Bobol Ribuan Situs, Hacker Muda Ini Pakai Perangkat Standar

Sultan Haikal, hacker Indonesia yang meretas situs Tiket.com. Akibat ulahnya, tiket.com merugi hingga Rp4,1 miliar
Sumber :
  • VIVA.co.id/instagram

Sehari-harinya, Haikal sendiri bersikap sewajarnya anak remaja. Selain sering membantu sang kakak menjaga anaknya, Haikal juga memang kerap menghabiskan waktu untuk bermain komputer di rumahnya di kawasan Ciputat.

Orangtua Haikal pada awalnya hanya tahu kalau anaknya itu sering main laptop atau komputer dengan tujuan bermain game, bukan meretas. Keluarga Haikal sendiri menurutnya cukup mampu, hanya memang Haikal tidak mau sekolah.

"Ya anak kecil, biasa aja. Kerjanya hanya di rumah main komputer. Bantuin kakaknya jaga anak," ucap Ramdan.

Terkait peretasan situs Tiket.com sendiri, Ramdan menegaskan bahwa kliennya merupakan korban yang dimanfaatkan ketiga tersangka lainnya yang sudah ditangkap yang tak lain adalah teman Haikal yang dikenal melalui media sosial Facebook. Menurutnya Haikal tak tahu menahu soal pencurian tiket di situs itu.

Sebab, menurutnya, Haikal sendiri pada awalnya sudah memberikan peringatan pada situs Tiket.com akan lemahnya keamanan situs mereka dan menawarkan diri untuk memperbaiki keamanan situs itu. Namun niatnya itu tak digubris. Lantas, ketiga temannya yang tahu hal itu pun memperdayai Haikal dan berhasil memanipulasi pria yang baru menginjak usia 19 tahun itu. "Haikal mah nggak tahu apa-apa cuma memang dikasih duit," tuturnya.

Terakhir, ia menyebut uang yang diberikan kepada kliennya itu memang sempat dibelikan motor mahal bermerek Ducati. Namun, motor itu kata Ramdan sudah dijual Haikal dan uangnya kemudian ia habiskan untuk bersenang-senang. Bahkan Ramdan menyebut Haikal kerap memberikan uang itu cuma-cuma pada tiap pedagang dan pengemis yang ia temui di jalan.

"Dijual motornya, terus duitnya dibuat happy-happy sama dia, buat jajanin teman. Pernah kasih ke pengemis-pengemis, pedagang-pedagang asongan, dikasih sama dia. Itu pengakuan dia loh. Kayak ada tukang telor asin, nih buat lu dagang," kata dia menyudahi.

Seperti diketahui Haikal alias SH bersama tiga pelaku lainnya berinisial MKU (19), ALS (19), dan NTM (27) berhasil membobol akses pada server PT Citilink Indonesia (www.citilink.co.id) akun milik PT Global Network, atau Tiket.com, sejak tanggal 11 sampai 27 Oktober 2016. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat dengan Pasal 46 ayat (1), (2) dan (3) juncto Pasal 30 ayat (1), (2) dan (3) dan atau Pasal 51 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 35 dan/atau Pasal 36 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 363 KUHP dan/atau Pasal 3, Pasal 5 dan Pasal 10 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (mus)