VIDEO: Canggihnya Robot Pengoperasi HIV

Robot pengoperasi HIV
Sumber :
  • www.news.cgtn.com

VIVA.co.id – Rumah sakit di Tiongkok, melakukan terobosan dalam operasi pasien terinfeksi HIV, dengan melibatkan mesin robot. Operasi HIV memang tergolong rumit, sebab virus mematikan itu menjangkiti tubuh penderitanya seperti darah. Maka jika tak teliti, proses operasi bisa bertambah fatal bagi pasien dan pembedahnya. 

Untuk itu, dikutip dari China Global TV Network, Selasa 23 Mei 2017, rumah sakit Chinese PLA General Hospital di Beijing menggunakan robot pengoperasi HIV. 

Dalam operasinya tersebut, pasien HIV harus melalui prosedur mengurangi tumor dari pankreas. Proses ini, jika dilakukan secara tradisional, akan meningkatkan risiko bagi ahli bedah dan perawat. Sebab, mereka akan kontak dekat dengan pasien HIV, maka tenaga medis itu berpeluang terinfeksi. Dengan adanya robot, maka risiko itu bisa dikurangi. 

Menurut laporan, robot tersebut sukses menjalankan operasi dengan durasi empat jam. Selama masa itu, total darah yang terkuras kurang dari tubuh pasein hanya 100 mililiter. Artinya, waktu pemulihan pasien bisa lebih cepat dibanding metode operasi tradisional.

Bicara teknologi, robot ini punya sistem yang dinamakan Da Vinci System, sebuah sistem robotik yang dirancang memfasilitasi prosedur operasi kompleks menggunakan lengan robotik dan konsol 3D. 

Dengan Da Vinci System, ahli bedah bisa duduk dan mengoperasikan robot dengan konsol dari jarak beberapa meter. Ahli bedah cukup melihat kamera resolusi tinggi 3D untuk memantau proses operasi.

Selain itu, mereka bisa merotasi lengan robotik dalam tubuh pasien. Kecanggihan lainnya, ahli bedah bisa melakukan pemisahan, pemotongan dan bedah gumpalan dan luka secara listrik dengan mudah. 

"Berkat teknologi ini, risiko terinfeksi bagi operator utama, asisten bedah dan perawat, bisa diblang nyaris tidak ada," jelas Direktur Pusat Riset Hepatobiliary Surgery Department Chinese PLA General Hospital, Liu Rong. 

Teknologi Da Vinci System sudah diperkenalkan Lui Rong di Tiongkok pertama kali pada operasi robotik pada 2011. 

Baca: Manusia berasal usul dari Eropa bukan Afrika

Da Vinci System pertama kali ditemukan oleh perusahaan AS, Intuitive Surgical pada 1999. Sistem operasi robotik ini mengambil nama pelukis terkenal Italia, Da Vinci, atas kontribusinya dalam studi anatomi manusia. 

Kemudian, teknologi ini makin berkembang. Pada Februari tahun ini, tim Lui Rong di rumah sakit tersebut menjalankan pemecahan rekor seribu operasi. Dengan rekor itu, maka Chinese PLA General Hospital menjadi yang pertama menjalankan lebih dari seribu operasi hepatobiliari dengan Da Vinci System secara internasional. 

Operasi hepatobiliari merupakan operasi untuk menerapi kanker dan gangguan lainnya yang mempengaruhi liver, saluran empedu, kantung empedu dan pankreas. Ini merupakan operasi yang paling menantang dan rumit yang dilaksanakan dalam operasi umum, dan oleh karena itu, operasi ini memerlukan tingkat kemahiran dan keahlian yang tinggi.