Siswa Indonesia Kembali Kirim Eksperimen Ilmiah ke Antariksa

Stasiun luar angkasa internasional (ISS).
Sumber :
  • Nasa.gov

VIVA.co.id – Karya siswa Indonesia kembali mengangkasa ke antariksa. Untuk kedua kalinya, siswa SMA Unggul Del Sumatera Utara mengirimkan eksperimen ilmiah mereka ke Stasiun Antariksa Internasional atau ISS, dengan menumpang pada muatan yang dibawa roket SpaceX, Falcon 9. 

Kepala Sekolah SMA Unggul Del, Arini Desi mengungkapkan, eksperimen kedua siswa SMA Unggul Del itu meluncur ke antariksa melalui landas luncur (launch pad) nomor 39-A di Pusat Antariksa Kennedy, Amerika Serikat, Minggu 4 Juni 2017 waktu Indonesia.

Eksperimen yang diluncurkan siswa SMA Unggul Del kali ini berjudul The Fermentation of Soybeans in Microgravity Experiment atau Fermentasi Kedelai dalam Kondisi Mikrogravitasi.

Perangkat eksperimen ilmiah tahun ini dirancang dan dibuat oleh 10 siswa SMU Unggul Del, yaitu Theodora Mega Putri Lumban Gaol, Putry Yosefa Siboro, Afner Sirait, Arico Liberty Setiawan Sembiring, Oliver Danofan Nainggolan, Rejoel Mangasa Siagian, Matthew Addrian Silalahi, Ronaldo Simatupang, Ruth Johana Hutagalung, dan Stanley Martin Siagian. Kelompok siswa ini merancang eksperimen mereka di bawah bimbingan dua guru yaitu Eka Trisno Samosir dan Ari Raharja.

"Eksperimen ini merupakan kelanjutan dari eksperimen sebelumnya yang diluncurkan ke ISS bulan April tahun lalu," ujar Desi kepada VIVA.co.id, Selasa 6 Juni 2017.

Pada tahun lalu, siswa SMA Unggul Del mengirimkan eksperimen ilmiah ke ISS untuk mempelajari pertumbuhan ragi (yeast) di luar angkasa. Eksperimen tahun lalu merupakan eksperimen pendahuluan sebelum meluncurkan eksperimen berikutnya untuk mempelajari cara menumbuhkan tempe di antariksa. 

Partisipasi siswa SMA Unggul Del ini merupakan eksperimen ilmiah pertama yang dilakukan siswa di ISS untuk wilayah Asia.

“Peluncuran eksperimen ilmiah ke ISS ini adalah yang kedua dilakukan oleh SMA Unggul Del. Diharapkan langkah ini bisa memberikan inspirasi bagi para siswa dan generasi muda Indonesia untuk lebih giat aktif berpartisipasi dalam bidang sains,” kata Desi. 

Pada Oktober tahun lalu, eksperimen siswa Indonesia ke ISS meraih penghargaan juara kedua dari American Society for Space and Gravitational Research (ASGSR) dalam pertemuan tahunan mereka di Cleveland, Ohio, Amerika Serikat. 

Eka Trisno Samosir menjelaskan, tujuan utama dari eksperimen ilmiah ini adalah untuk meneliti pengaruh mikrogravitasi terhadap proses fermentasi kedelai dengan bantuan ragi (yeast). Proses fermentasi kedelai akan menghasilkan makanan tradisional yang dikenal sebagai tempe di Indonesia.  

Berdasarkan hipotesis penelitian ini, mikrogravitasi akan mengakibatkan proses fermentasi kedelai akan terjadi lebih cepat dibandingkan dengan proses di Bumi. 

Peluncuran misi roket SpaceX yang mengangkut eksperimen siswa Indonesia itu adalah kontrak ke-11 misi Commercial Resuply (CRS) dari NASA yang dilaksanakan oleh kontraktor perusahaan swasta SpaceX yang didirikan oleh Elon Musk, pendiri dan pemilik PayPal.

SpaceX CRS-11 membawa hampir 3 ton muatan (payload) untuk diantar ke ISS. Di antara payload ini ada satu perangkat eksperimen ilmiah yang dirancang dan disiapkan oleh sepuluh siswa SMA Unggul Del di Laguboti, Sumatera Utara tersebut.

ISS mengorbit pada ketinggian sekitar 400 km di atas Bumi dengan kecepatan orbit sekitar 7 km/detik. Jadi, ISS mengitari Bumi sekali setiap 93 menit. SpaceX CRS-11 dijadwalkan bertemu dan berlabuh (docking) dengan ISS pada Senin malam WIB, 36 jam sesudah diluncurkan. (art)