Sampah Antariksa di Sumbar, Begini Mekanisme Ganti Ruginya
"Tidak ada, karena tak ada dampak yang merugikan," kata dia.
Sebelumnya, Thomas menuturkan sampah antariksa yang jatuh pada Selasa lalu adalah bagian dari tabung bahan bakar roket RRT Longmach/Chang-Zheng 3.
"Itu bagian tabung bahan bakar roket RRT Longmach/Chang-Zheng 3. Roket ini digunakan untuk meluncurkan satelit navigasi Beidou M1 pada 13 April 2007 lalu. Awalnya, ukuran benda ini sangat besar. Tapi saat masuk ke atmosfer Bumi, benda ini pecah. Sebagian mungkin jatuh di laut atau hutan," ujarnya.
Berdasarakan data gambar lintasan orbit yang terekam di laboratorium Lapan, Thomas mengatakan sampah antariksa roket China itu terlacak waktu jatuhnya.
"Ini lintasan objek menjelang jatuh. Dalam hitungan orbit, objek tersebut sudah memasuki atmosfer Sumatra Barat pada pukul 09:07 WIB," jelasnya.
Thomas menuturkan, tabung bahan bakar roket RRT Longmach/Chang-Zheng 3 sempat mengalami kerusakan, sehingga keluar dari lintasan dan jatuh ke Bumi. Penyebab utamanya adalah orbit telah memasuki atmosfer padat Bumi dan berada di ketinggian 120 kilometer, sehingga tidak bisa melanjutkan orbit.