Begini Cara Canggih Awetkan Pempek

Makanan khas nusantara, pempek.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Tasya Paramitha

Kondisi itu diperparah dengan keadaan geografis Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau sehingga proses pengiriman ke beberapa pulau terutama pulau di bagian timur bisa lebih dari tiga hari. Keadaan inilah yang menjadi hambatan bagi beberapa produsen makanan untuk mengembangkan usahanya menjadi skala nasional atau bahkan internasional. Khususnya produk kuliner yang sensitif terhadap temperatur dan umur simpan (shelf-life) pendek, seperti pempek.

“Padahal, pempek sudah dikenal luas sebagai makanan khas Palembang dan merupakan salah satu favorit penduduk Indonesia. Namun sayangnya penjualan produk ini masih terkendala akibat proses pengawetannya,” papar Stessy.

Efektivitas Metode US

Ia menuturkan, proses pengawetan yang kerap kali dilakukan para produsen untuk menghambat dan menghentikan aktivitas mikroorganisme dalam pempek, adalah dengan penyinaran sinar UV dan metode vakum – pendinginan.

Sementara itu, metode US dapat diterapkan pada makanan pempek yang sensitif terhadap panas tanpa mengubah rasa dan tekstur serta dapat membunuh mikroorganisme yang menempel di makanan dengan cepat, sehingga umur simpan produk dapat diperpanjang.

“Jika makanan yang hendak dikirim ke daerah yang jauh tetap terjaga cita rasanya, tentu saja akan meningkatkan profit produsennya. Jadi metode US ini sangat tepat diterapkan pada pempek,” ungkap Stessy.

Sedangkan metode penyinaran sinar UV yang diklaim dapat mengawetkan pempek hingga enam bulan lamanya, ternyata menurut Stessy, tidak efektif dilakukan. Karena metode ini memerlukan ruang besar yang harus disesuaikan dengan jumlah produksi dan waktu penyinaran yang lama serta harus menyeluruh. (ren)