Jumlah Sperma Menurun, Manusia Bisa Punah

Ilustrasi pembuahan
Sumber :
  • Pixabay

Kemudian para skeptis menyoroti soal proporsi data dalam riset itu yang tergolong 'cacat', misalnya jumlah sampel pria yang kecil, hanya pria yang mendatangi klinik kesuburan saja yang masuk dalam data. Belum lagi soal metode perhitungan jumlah sperma yang diduga telah dilebih-lebihkan dari jumlah yang sebenarnya. Dengan data yang 'cacat' itu maka wajar kesimpulannya jumlah sperma menurun.