Asteroid 'Dewa Tukang Onar' Mendekati Bumi pada 13 April

Asteroid Apophis.
Sumber :
  • SCREENGRAB FROM NASA VIDEO/YOUTUBE

VIVA – Badan Antariksa Amerika Serikat atau NASA mengaku siap menyambut kedatangan asteroid besar yang dijuluki God of Chaos atau ‘Dewa Tukang Onar’, yang diambil dari mitologi Mesir Kuno.

Mengutip situs Slashgear, Senin, 6 Mei 2019, Asteroid bernama 99942 Apophis dengan lebar 340 meter ini akan berjarak 19 ribu mil atau 31 ribu kilometer dari permukaan Bumi. Akan tetapi, jarak dekat tersebut terjadi pada 13 April 2029.

Penamaan Apophis 99942 ini berasal dari para astronom Australia di Kitt Peak National Observatory pada Juni 2004. Karena ukurannya yang besar, maka asteroid tersebut dikategorikan oleh ilmuwan sebagai Potentially Hazardous Asteroids (PHA) atau asteroid yang berpotensi membahayakan Bumi.

Peneliti dari NASA Jet Propulsion Laboratory, Marina Brozovic, memberi pernyataan bahwa fenomena Apophis yang akan sedekat itu dengan Bumi terbilang langka jika melihat ukurannya berbeda dari asteroid lain. Sebab, asteroid yang melintasi Bumi dengan jarak dekat ukurannya hanya 5-10 meter.

Asteroid Apophis.

"Kami akan mengobservasi asteroid ini dengan teleskop optik radar. Dengan cara itu kami menjadi bisa melihat lebih detail permukaannya dengan jangkauan ukurann yang hanya beberapa meter saja pada 10 tahun lagi," ungkapnya.

Sementara itu, Paus Chodas, yang menjabat direktur Center for Near Earth Objects Studies, berharap pengamatan ini bisa melindungi Bumi jika ada asteroid dengan karakteristik serupa melintas terlalu dekat dengan Bumi.

"Kami sangat berharap akan memperoleh pengetahuan ilmiah penting agar ke depannya bisa digunakan sebagai alat pertahanan Bumi. Apophis adalah perwakilan dari sekitar dua ribu asteroid berbahaya (PHA) yang saat ini dikenal," jelas dia.

NASA menyebut bahwa Asteroid Apophis akan bersinar terang di langit dan dapat dilihat dengan mata telanjang. Meski seterang bintang, namun pergerakannya akan sangat cepat.

Selanjutnya, asteroid ini akan pertama kali terlihat pada malam hari di belahan Bumi bagian selatan. Australia jadi negara pertama yang beruntung bisa melihatnya.

Kemudian, ia akan bergerak ke arah Samudra Hindia, lalu ke Afrika. Pada titik terdekatnya dengan Bumi, ia akan berada di atas Samudra Atlantik. Tak lama berselang, ia akan menghiasi langit malam di Amerika Serikat.