Bos Apple Blak-blakan soal Desainer iPhone Pergi karena Frustrasi

CEO Apple, Tim Cook (kiri) dan desainer iPhone, Jony Ive
Sumber :
  • Instagram/@earcos

VIVA – Baru-baru ini Apple ditinggalkan oleh desainer iPhone, Jony Ive. Kepergian Ive ini menarik banyak perhatian, terutama untuk media internasional. 

Laman The Wall Street Journal sampai menurunkan laporan mendalam, tentang alasan kepergian Ive yang sudah mati rasa dengan  terhadap perusahaan dan tidak lagi dihormati di tim desain.

Dikutip dari situs TechCrunch, Selasa 2 Juli 2019, Kepala Eksekutif Apple, Tim Cook membuat langkah yang tidak biasa. Ia merespons laporan itu dalam sebuah email yang dikirim ke seorang reporter NBC, bos Apple itu mengatakan laporan yang diturunkan Wall Street Journal tidak masuk akal.

 "Banyak laporan, dan kesimpulannya tidak cocok dengan kenyataan," tulis Cook.

Cook merespons negatif hanya terhadap laporan yang mengatakan hal-hal miring tentang perusahaan, dan terhadap dirinya. Dalam surelnya itu, ia tidak menyinggung secara khusus, kalimat mana yang menurutnya salah. Cook menyampaikan laporan tersebut tidak benar.

Laporan The Wall Street Journal mengatakan, Ive frustasi dengan perusahaan, karena Cook lebih fokus pada operasi. Laporan itu juga menyoroti tim desain Apple jarang melihat Cook di studio, kondisi ini menunjukan Cook tidak minat pada proses pengembangan produk.

Metode protes lewat email yang dilakukan Cook juga dilakukan pendahulunya, Steve Job. Saat masih memimpin Apple, Jobs langsung menyerang publik dan mempertahankan citra perusahaan. Tapi langkah ini jarang diadopsi oleh Cook, umumnya dia hanya mengandalkan tim public relation perusahaan.

Tim humas Apple biasanya akan menangani cerita-cerita yang tidak menyenangkan melalui komentar. Cook juga pernah menolak secara langsung kepada laman Bloomberg, tentang kisah Supermicro. Suatu langkah yang juga patut menjadi perhatian.

Sementara Bloomberg berkisah dengan hal yang terkait dengan keamanan informasi perusahaan dan mengancam kepercayaan konsumen, kisah yang diceritakan oleh The Wall Street Journal mengancam pengetahuan Apple. Produsen iPhone itu telah memosisikan diri untuk bergerak maju sebagai raksasa teknologi yang fokus pada operasi.