Big Data Diklaim Bantu Migas Pangkas Biaya Eksplorasi dan Produksi

Chief Executive Officer BigJava, Ruli Harjowidianto.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Misrotun Hasanah

VIVA – Transformasi digital yang memunculkan big data ternyata sudah masuk ke segala lini bisnis dan industri, tak terkecuali energi dan pertambangan. Oleh karena itu data telah menjadi bagian penting dalam menunjang kegiatan operasi hulu minyak dan gas bumi. 

Kebutuhan industri minyak dan gas dalam memanfaatkan big data bukanlah sekedar retorika. Beberapa hal yang mengandalkan big data mulai dari eksplorasi, produksi, hingga pascaproduksi. 

"Saking besar dan kompleksnya data, penggunaan teknologi big data, proses analisa serta seluruh komponen penunjangnya sangat membantu industri ini. Teknologi big data sangat efektif digunakan untuk menghindari kesalahan dalam kegiatan operasi hulu migas," ujar CEO BigJava, Ruli Harjowidianto, dalam keterangannya, Sabtu, 7 September 2019.

Menurut Ruli, semua sumber data di industri migas harus diolah dan didigitalisasi secara menyeluruh, mulai dari downstream, midstream sampan upstream. Saat ini banyak perusahaan asing yang mengelola data perusahaan migas Indonesia, yang termasuk sensitif. Inilah yang memicu BigJava untuk terjun mengelola Big Data Analytic industri migas.

Ruli juga menyampaikan, setidaknya ada tiga fenomena pengelolaan Big Data yang ada di industri yakni Upstream, Midstream dan Downstream. Rata-rata, perusahaan pengolahan Big Data saat ini lebih banyak berkutat pada level Upstream ketimbang Midstream maupun Downstream. BigJava akan fokus menggarap segmen Downstream.

BigJava sendiri punya Social Network Analytics dan juga Oilficial Intelligent, yang mampu memproses data dengan lebih maksimal dan menghasilkan output yang akurat.

Efisiensi penggunaan teknologi Big Data Analytic dilihat dari sisi biaya yang dikeluarkan dan hasil yang didapat sangatlah besar. Contohnya di bidang Oil & Gas, pada sisi hulu (Upstream), biaya yang dikeluarkan untuk mengeksplorasi suatu tempat sangat lah besar, dan resiko kegagalan juga besar dikarenakan tidak adanya data mengenai keadaan setempat dan catatan dari daerah sekitar pada waktu sebelumnya. Sedangkan dengan menggunakan teknologi Big Data, dapat diperkirakan dan dihindari resiko kegagalan dari sebuah eksplorasi. 

"Di sisi teknologi, BigJava mengkustomisasi serta men-develop sendiri semua tools yang diperlukan untuk mengelola Big Data. Kita membuat sendiri, men-develop sendiri mulai dari hardware sampai software," kata Ruli.

Terlepas dari itu semua, untuk mendukung dan mempromosikan industri hulu migas di Indonesia, IPA Convention & Exhibition kembali digelar dua hari kemarin. Di tahun 2019 ini menjadi tahun ke-43 penyelenggaraan ajang yang telah memfasilitasi berbagi pengetahuan, jejaring dan kemitraan antara industri dan pemerintah selama bertahun-tahun dan akan terus menjadi platform dan tolok ukur terkemuka untuk industri ini, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia Tenggara.