Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Selasa, 22 Oktober 2019 | 12:12 WIB

Twitter Siap Perangi Deepfakes, Dianggap Berbahaya

Team VIVA »
Amal Nur Ngazis
Novina Putri Bestari
Foto :
  • Pornhub
Tampilan video Deepfakes di situs Pornhub.

VIVA – Twitter akan mengubah kebijakan pada platformnya. Langkah ini untuk melawan video atau konten yang dimanipulasi seperti Deepfakes. Dalam memerangi konten menipu tersebut, platform mikroblog tersebut meminta bantuan publik. 

"Kami berpikir banyak orang akan tertarik pada konteks ini," kata Kepala Legal Twitter, Vijaya Gadde dilansir laman Cnet, Selasa 22 Oktober 2019. 

Deepfakes merupakan teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan atau artificial intelligence untuk membuat video manipulatif. 

Media sosial punya pengalaman buruk dengan munculnya Deepfakes. Mereka berusaha memerangi video palsu ini jelang pemilihan presiden Amerika Serikat 2020. Facebook dan Twitter merupakan di antara media sosial yang dibuat repot dengan munculnya teknologi Deepfakes. 

Gadde tidak merinci kapan Twitter akan meluncurkan kebijakan tersebut. Perusahaan media sosial itu sedang mencari tahu apa yang dilakukan saat Deepfakes terdeteksi. Jika teknologi manipulatif itu muncul, Twitter untuk memberikan label pada video Deepfakes atau menghapus dari platform tersebut. 

Twitter telah memaklumatkan langkah ini melalui akun @TwitterSafety. Platform itu mengatakan akan mendengarkan dan mempertimbangkan perspektif pengguna pada proses pengembangan aturan mereka. 

"Dalam beberapa waktu, kami akan mengumumkan masukan secara periode. Jadi kamu bisa membantu kami menyaring aturan sebelum diluncurkan. Nantikan lebih lanjut!" tulis akun Twitter Safety. 

Baca Juga
Topik Terkait
Saksikan Juga
Justice For Audrey, Kisah Penyiksaan Siswi SMP di Pontianak
BERITA - sekitar 1 tahun lalu
Terbaru