Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Sabtu, 8 Februari 2020 | 06:45 WIB

Gojek dan Grab Jadi Penentu Inflasi, Jangan Asal Naikkan Tarif Ojol

Team VIVA »
Lazuardhi Utama
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • VIVA/Muhamad Solihin
Demo driver ojek online.

VIVA – Peneliti The Indonesian Institute, Muhamad Rifki Fadilah, meminta pemerintah untuk tidak menaikkan tarif ojek online (ojol) karena berpotensi menyumbangkan inflasi terbesar. Hal ini berdasarkan keputusan Badan Pusat Statistik (BPS) memasukkan Gojek dan Grab sebagai komponen baru penentu tingkat inflasi di Indonesia.

Menurutnya, alasan kedua aplikasi transportasi online itu dimasukkan ke dalam komponen baru indeks harga konsumen (consumer price index/CPI) lantaran pertumbuhannya yang signifikan.

Baca Juga

"Kalau Gojek dan Grab jadi penentu inflasi, maka dengan adanya kenaikan tarif ojol otomatis jangka panjangnya akan mendongkrak kenaikan angka inflasi," kata dia kepada VIVA, Jumat, 7 Februari 2020.

Baca: Polemik tarif ojek online

Topik Terkait
Saksikan Juga
Besaran Kenaikan Tarif Ojek Online Terbagi Tiga Zonasi
TVONE NEWS - 11 bulan lalu
Terpopuler