Gak Cuma Manusia, Orangutan hingga Gorilla Harus Aman dari Corona

Orangutan.
Sumber :
  • Youtube

Ahli konservasi alam menyerukan tindakan mendesak untuk melindungi kerabat terdekat manusia, kera besar seperti orangutan, gorilla hingga simpanse, dari ancaman Virus Corona COVID-19.

Banyak langkah yang dibutuhkan guna mengurangi risiko ancaman penularan pandemi Corona ini terhadap gorilla, simpanse, dan orang utan. Kehilangan habitat dan perburuan merupakan ancaman utama bagi kelangsungan kera besar ini, tetapi penyebaran Virus Corona juga menimbulkan kekhawatiran, kata wartawan BBC News, Helen Briggs.

Para ilmuwan mengatakan wabah yang sedang melanda dunia ini telah mengirimkan peringatan besar. Penyakit menular kini masuk tiga teratas dalam daftar ancaman terhadap beberapa kelompok kera besar.

"Kita tidak tahu apa efek virus ini terhadap mereka dan ini berarti kita harus mengambil langkah waspada untuk mengurangi risiko kera-kera besar terpapar virus corona," kata Profesor Serge Wich dari Liverpool John Moores University, Inggris, yang termasuk salah satu penandatangan surat di jurnal Nature.

“Ini berarti menghentikan kegiatan wisata – yang sudah dilakukan di banyak negara – mengurangi riset dan sangat berhati-hati dalam menerapkan program pengembalian kera besar ke habitatnya,” kata Wich.

“Juga secara potensial menghentikan kegiatan penjelajahan di habitat kera besar yang membuat manusia berdatangan ke sana, dan berpeluang membuat kera-kera ini terpapar virus, terinfeksi dan memungkinkan terjadinya penularan sesama mereka,” imbuhnya.

Flu dan Ebola serang binatang

Beberapa virus, bakteri dan parasit beredar di antara kera besar tanpa menimbulkan masalah, tetapi beberapa di antaranya diketahui menimbulkan penyakit. Banyak penelitian yang telah memperlihatkan bahwa simpanse bisa terinfeksi virus flu, sedangkan Virus Ebola diduga telah membunuh ribuan simpanse dan gorilla di Afrika.

 

Wich mengatakan perlu dilakukan penelitian secara rinci untuk mengetahui dan memastikan risiko-risiko apa saja yang dihadapi kera-kera besar. “Bagi spesies yang jumlahnya sedikit seperti orang utan Tapanuli, penyebaran virus berpotensi membuat spesies ini di ambang kepunahan,” katanya.

Orangutan Tapanuli adalah spesies orang utan yang hanya hidup di kawasan hutan di Sumatera. Saat ini hanya ada sekitar 800 ekor saja yang masih hidup di alam liar.

Wich merupakan salah seorang dari ilmuwan yang memastikan pada 2017 bahwa dengan lainnya. Ada empat tipe kera besar yang hidup di Bumi sekarang ini, yaitu gorilla di Afrika, bonobo juga di Afrika, orangutan di Asia Tenggara dan simpanse di Afrika.