Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Minggu, 29 Maret 2020 | 11:04 WIB

Internet Dunia Melambat Gara-gara Corona

Team VIVA »
Krisna Wicaksono
Misrohatun Hasanah
Foto :
  • U-Report
Ilustrasi layanan internet di smartphone.

VIVA – Lockdown dan social distancing yang diterapkan beberapa negara di dunia untuk melawan virus corona COVID-19, telah membuat internet melambat. Sebab, satu-satunya hiburan masyarakat di rumah hanya internet, dan hal tersebut membawa masalah lain. 

Dikutip dari situs Mashable, Minggu 29 Maret 2020, orang di seluruh dunia melaporkan koneksi internet melambat dan tidak stabil. Perusahaan Ookla yang melakukan uji kecepatan unduh dan unggah, melaporkan bahwa memang ada penurunan kecepatan internet. 

Baca Juga

Penurunan secara drastis terjadi di China, Jepang, India, dan Malaysia. Kecepatan rata-rata di India dan Malaysia turun di bawah 80 Mbps sejak pertengahan hingga akhir Maret tahun ini.

Hal ini terjadi karena beban internet yang disediakan operator telekomunikasi, tidak seimbang dengan masyarakat yang di rumah dan menggunakan internet. Begitu pun dengan kecepatan pada seluler, turun setelah 18 Maret. 

Terpopuler

Negara-negara Eropa seperti Swiss, Belanda, Spanyol, dan Jerman juga ikut terpengaruh. Namun, Austria dan Italia masih memiliki kecepatan internet yang stabil. 

Bahkan, layanan video Netflix dan YouTube di Eropa juga akan menurunkan kualitas streaming menjadi 480p, dari sebelumnya Full HD, guna mengurangi beban pada jaringan. Pemerintah di negara lain juga sudah berupaya menaikkan kecepatan jaringan.

Meski demikian, internet tetap menjadi harapan para pemilik usaha saat ini. Dalam kondisi seperti sekarang, usaha kecil dan menengah yang tidak terhubung ke internet akan mengalami penurunan omzet.

VIVA – Lockdown dan social distancing yang diterapkan beberapa negara di dunia untuk melawan virus corona COVID-19, telah membuat internet melambat. Sebab, satu-satunya hiburan masyarakat di rumah hanya internet, dan hal tersebut membawa masalah lain. 

Dikutip dari situs Mashable, Minggu 29 Maret 2020, orang di seluruh dunia melaporkan koneksi internet melambat dan tidak stabil. Perusahaan Ookla yang melakukan uji kecepatan unduh dan unggah, melaporkan bahwa memang ada penurunan kecepatan internet. 

Penurunan secara drastis terjadi di China, Jepang, India, dan Malaysia. Kecepatan rata-rata di India dan Malaysia turun di bawah 80 Mbps sejak pertengahan hingga akhir Maret tahun ini.

Hal ini terjadi karena beban internet yang disediakan operator telekomunikasi, tidak seimbang dengan masyarakat yang di rumah dan menggunakan internet. Begitu pun dengan kecepatan pada seluler, turun setelah 18 Maret. 

Negara-negara Eropa seperti Swiss, Belanda, Spanyol, dan Jerman juga ikut terpengaruh. Namun, Austria dan Italia masih memiliki kecepatan internet yang stabil. 

Bahkan, layanan video Netflix dan YouTube di Eropa juga akan menurunkan kualitas streaming menjadi 480p, dari sebelumnya Full HD, guna mengurangi beban pada jaringan. Pemerintah di negara lain juga sudah berupaya menaikkan kecepatan jaringan.

Meski demikian, internet tetap menjadi harapan para pemilik usaha saat ini. Dalam kondisi seperti sekarang, usaha kecil dan menengah yang tidak terhubung ke internet akan mengalami penurunan omzet.

Salah satu cara yang bisa ditempuh, adalah dengan menggunakan layanan yang dapat membantu mereka untuk berjualan di dunia maya. Hal itu diutarakan oleh Chief Operating Officer Xendit, Tessa Wijaya.

“Kami mengerti, bahwa banyak bisnis yang sedang mengalami kesulitan dengan adanya wabah coronavirus ini. Maka dari itu, Xendit ingin membantu di saat dan di mana kami bisa. Kami tahu, bahwa sedikit dukungan finansial dapat membawa dampak yang besar,” ujarnya.

Ada dua layanan yang diberikan. Pertama yakni Tunjangan, yaitu membantu bisnis untuk merambah ke digital dan mulai menerima pembayaran secara online dalam beberapa hari kerja.

Kedua, Dukungan Finansial, yakni dukungan finansial modal kerja yang dapat digunakan untuk menutupi biaya operasional termasuk kebutuhan payroll.

Program Xendit Business for Good ini memberikan tunjangan untuk 100 bisnis yang terpilih. Mereka juga memberikan dukungan finansial berbunga rendah kepada UMKM. Program ini tidak dibatasi sektor industrinya, namun harus sudah beroperasi selama lebih dari tiga bulan.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Bocoran KINGDOM Season 2, Wabah Zombie Gila Makin Sinting!
SHOWBIZ - 3 bulan lalu
Terbaru