Halo
Pembaca

Berita

Bola

Sport

Otomotif

Digital

Showbiz

Gaya Hidup

in-depth

Lintas

Blog

Informasi

Senin, 30 Maret 2020 | 16:25 WIB

Teknologi China Diganjal, Jaringan 5G Terancam Batal

Foto :
  • cbc.ca
Teknologi 5G.

Ketegangan hubungan antara China dan Amerika Serikat yang berujung pada perang dagang berimbas pada pemutusan transaksi perdagangan vendor China seperti Huawei dalam implementasi jaringan 5G.

Hal itu diprediksi dapat menimbulkan fragmentasi antara ekosistem, yang akhirnya konsumen kehilangan manfaat dari adopsi standard global.

Baca Juga

Melansir situs ZDNet, Senin, 30 Maret 2020, Ketua Asosiasi GSM Asia Pasifik, Gorman, mengatakan bahwa dalam meluncurkan layanan baru, fokus utama sebuah vendor biasanya mengurangi biaya dan mencapai skala manfaat yang lebih besar.

Dalam aspek ini, akan ideal bagi semua pemangku kepentingan untuk mengetahui ke mana arah industri ini dan untuk itu akan ada resolusi final.

Terpopuler

Sementara itu, AS dan sekutunya harus berinvestasi di pesaing Huawei untuk memperlambat pertumbuhan pangsa pasar jaringan 5G milik perusahaan China.

Meski begitu, Amerika Serikat telah menunjuk vendor Finlandia Nokia dan Swedia sebagai kandidat potensial. Pemerintah AS sebelumnya menuduh Huawei berbagi informasi sensitif dengan pemerintah mereka dan menyediakan akses ke komunikasi bisnis swasta AS.

Pemerintahan Presiden Donald Trump juga menekan negara sekutu, seperti Selandia Baru, Australia, dan Inggris, untuk memboikot sistem telekomunikasi Huawei, khususnya peralatan 5G mereka. Trump melakukan ancaman akan "sulit" bagi AS untuk melakukan bisnis di negara-negara yang menggunakan peralatan Huawei.

Mengomentari pertengkaran 5G yang sedang berlangsung  antara China dan AS, Gorman mengakui perlunya bagi pemerintah untuk melindungi kepentingan keamanan nasional mereka.

Ia juga mencatat bahwa GMSA menganjurkan perlunya "kerangka kerja yang transparan dan berdasarkan fakta" untuk memastikan keamanan dan bahwa vendor dan pemasok dapat memenuhi semua persyaratan keamanan. "Kita perlu menghilangkan kekhawatiran tentang kemampuan membangun dan meluncurkan jaringan 5G," kata Gorman.

Ketika sampai pada resolusi itu, lanjut Gorman, pihaknya perlu mendukung setiap diskusi yang akan membantu memperjelas kerangka kerja, di mana operator dapat beroperasi.

Menurutnya, berbagai negara memiliki kepentingan keamanan nasional yang berbeda. "Kami mendorong penerapan standar dan peluncuran 5G," imbuh Gorman.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Ilmuwan Indonesia Ungkap Uji Coba AS Buat Obat Covid-19
BERITA - sekitar 1 bulan lalu
Terbaru