Mengenal Lockdown Matahari yang Disebut Bawa Bencana ke Bumi

Matahari.
Sumber :
  • YouTube

VIVA – Matahari diketahui sedang dalam fase lockdown atau solar minimum. Beberapa ahli mengatakan, bahwa peristiwa ini bisa menimbulkan berbagai bencana seperti gempa bumi, cuaca beku dan kelaparan. Tapi, kabar tersebut dikatakan oleh Lembaga Penerbangan Nasional (Lapan), tidak benar adanya.

"Tidak sob, baik solar minimum maupun solar maksimum adalah siklus aktivitas Matahari yang sudah terjadi sejak lama," ujar Lapan dalam akun Instagram @lapan_ri, dikutip Rabu 20 Mei 2020.

Baca juga: Rokok Dituding Penyebar Wabah COVID-19, Benar atau Tidak

Solar minimum adalah fase dari Matahari, yang terjadi setiap 11 tahun sekali dan tidak berdampak signifikan pada cuaca serta tidak berkaitan dengan bencana. Fase ini menggambarkan keadaan Matahari yang sedikit atau tidak sama sekali membentuk bintik Matahari, atau sun spot.

Bintik ini adalah bintik hitam yang ada di permukaan Matahari, menandakan adanya konsentrasi medan magnet yang kuat dan suhu yang lebih rendah dibanding daerah lain di sekitarnya.

Sedangkan, solar maksimum adalah bintik Matahari yang muncul dalam jumlah banyak, menandakan sedang dalam keadaan aktif. Kemunculan bintik bukan ditandai sebagai fenomena acak, melainkan pola yang sudah teratur.

Pola ini disebut dengan siklus Matahari, di mana terjadi setiap 11 tahun sekali. Peristiwa ini pertama kali teridentifikasi pada 1755-1766, sedangkan yang terakhir pada 2008-2020 yang disebut siklus Matahari 24.

Lapan menyimpulkan, keadaan Matahari pada akhir 2019 menandakan awal siklus Matahari 25 terjadi pada April 2020, dan akan mencapai puncaknya pada pertengahan 2025.

Pada awal fase, bintik Matahari jumlahnya akan sedikit, bahkan tidak ada. Namun, lama kelamaan akan tampak di lintang menengah Matahari, hingga kemudian mencapai puncaknya.