Awas, Keseringan Video Streaming Bikin Bentuk Badan Berubah

Ilustrasi video streaming.
Sumber :
  • VIVA/Muhamad Solihin

VIVA – Beberapa waktu lalu, beredar gambar imajinasi penampakan manusia yang terlalu lama menghabiskan waktu di kantor, serta pencandu game online di masa depan. Kini, muncul perkiraan wujud manusia pecandu tayangan streaming Netflix.

Sebagaimana diketahui, video streaming kini menjadi salah satu kebutuhan masyarakat moderen. Dengan adanya layanan tersebut, seseorang tak perlu bingung untuk menghabiskan waktu saat tak beraktivitas kerja maupun belajar.

Apalagi di masa pandemi virus corona COVID-19 seperti sekarang. Tak sedikit orang yang menghabiskan waktunya dengan menikmati beragam tayanangan film secara digital seperti yang disajikan Netflix.

Dikutip dari laman Metro, Sabtu, 13 Juni 2020, perusahaan Online Gambling memiliki sepasang model yang mereka beri nama Eric dan Hannah. Keduanya memiliki penampakan wajah yang pucat dengan perut buncit dan rambut yang botak.

Baca juga: Muncul Ramalan dari Ilmuwan, Dunia akan Segera Kiamat

"Kami melakukan penelitian dengan dampak yang ditimbulkan Netflix pada kesehatan Anda. Penelitian ini ingin kami tunjukkan kepada penggemar Netflix, tentang bagaimana penampilannya jika tidak mengubah kebiasaan," ujar tim Online Gambling.

Penggila layanan streaming video, bisa mengalami obesitas, kerusakan postur tubuh, penuaan dini dan mata merah. Ini hanya beberapa efek yang bisa dirasakan oleh gaya hidup yang tidak sehat.

Online Gambling membuat model 3D untuk menunjukkan kerusakan yang ditimbulkan dari gaya hidup yang tak sehat. Ilustrasi ini bukan sesuatu yang mustahil, apalagi saat penonton memanfaatkan mode putar episode otomatis.

Episode serial yang terlalu banyak bisa menyebabkan varises, obesitas bahkan dead butt syndrome atau gluteal amnesia. Gluteal amnesia terjadi karena duduk yang telalu lama, yang kemudian memberi tekanan terus-menerus pada daerah panggul.

Pecandu akan merasa sakit punggung, sakit di daerah pinggul dan pergelangan kaki. Sebelumnya mereka telah melakukan survei di Jerman, Amerika Serikat dan Inggris. 44 persen responden mengaku lebih suka streaming dibanding melakukan panggilan video, bermain game dan bekerja.