Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Minggu, 21 Juni 2020 | 12:38 WIB

Peneliti: Pasangan yang Bertemu Online Lebih Harmonis

Team VIVA »
Krisna Wicaksono
DW Indonesia
Foto :
  • U-Report
Ilustrasi pasangan.

Jika hubungan asmara baru berakhir, penyesalan kerap muncul, dan kadang orang berkata, "Kalau saja saya tahu dari dulu." Tapi apakah mungkin memperkirakan lamanya hubungan asmara? Sebuah studi jangka panjang yang diadakan ilmuwan dari universitas Jerman, Friedrich Schiller Universitat Jena dan University of Alberta di Kanada menyelidiki hal itu, dan pada akhirnya menarik kesimpulan: ya, umur hubungan asmara bisa diperkirakan.

Variabel hubungan

Baca Juga

Dalam tujuh tahun, sekitar 2.000 pasangan diwawancara secara teratur. 16 persen terpisah dalam kurun waktu itu. Dalam wawancara para peneliti secara terarah menanyakan sejumlah variabel yang digunakan dalam perhitungan.

Misalnya: sejauh mana mereka puas dengan hubungan, jumlah konflik, keinginan untuk terus berhubungan dalam waktu lama, kebutuhan untuk berkomunikasi dan apakah tiap orang independen.

"Kami menemukan, pasangan yang akan berpisah, sejak awal pun tidak puas dan menghadapi lebih banyak konflik. Dan konflik semakin lama semakin bertambah. Dan keinginan untuk tetap jadi pasangan menurun", demikian dikatakan Dr Christine Finn dari Institut Psikologi pada Friedrich- Schiller-Universitat Jena.

Model hubungan

Perkembangan hubungan sebuah pasangan bisa digambarkan lewat dua model. Teori pertama: di awal hubungan, semua pasangan mengalami perasaan seperti saat baru jatuh cinta, dan merasa puas dengan hubungan. Jika akhirnya berpisah, biasanya itu disebabkan masalah yang timbul selama berada dalam hubungan. Sebaliknya, pasangan yang tetap bersama setelah timbulnya masalah mampu mempertahankan perasaan "jatuh cinta" yang ada di awal hubungan.

Teori kedua: tingkat bahagia dari keduanya sejak awal sudah berada di tingkat berbeda. Awal yang kurang menguntungkan ini memperkuat risiko perpecahan, karena ketidakpuasan terus berkembang.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Alibaba Raih Omzet Rp450 Triliun dalam Sehari
TVONE NEWS - sekitar 1 tahun lalu
Terpopuler