Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Bahaya Laten OTT, Pemerintah Harus Lindungi Operator Telekomunikasi

Jumat, 7 Agustus 2020 | 20:50 WIB
Foto :
  • WIRED Middle East
Facebook, salah satu pelaku usaha OTT.

VIVA – Pemerintah diminta untuk tidak melupakan tentang tata kelola yang sehat dalam berbisnis bagi pemain Over The Top (OTT) seiring kencangnya transformasi digital dipicu pandemi COVID-19. Seiring perkembangan, OTT digolongkan berbasis kepada aplikasi, konten, atau jasa. Golongan pelaku usaha masuk OTT di antaranya Facebook, Twitter, dan Google.

OTT adalah pemain yang identik sebagai pengisi pipa data, atau menjalankan layanan di mana sebagian besar gratis karena menumpang jaringan bandwidth milik operator telekomunikasi.

Baca Juga

Tak ayal, OTT dianggap sebagai bahaya laten bagi para operator telekomunikasi, karena tidak mengeluarkan investasi besat tapi mengeruk keuntungan di atas jaringan milik mereka.

Direktur ICT Institute Heru Sutadi mengingatkan sudah ada Rancangan Peraturan Menteri Tentang Penyediaan Layanan Aplikasi dan/atau Konten Melalui Internet (OTT) era pemerintahan Presiden Joko Widodo periode sebelumnya.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler