Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

TikTok Dilarang di Sejumlah Negara, Ancaman atau Persaingan Bisnis?

Minggu, 9 Agustus 2020 | 13:49 WIB
Oleh :
Foto :
  • bbc
TikTok dan perang dagang AS Vs China.

 

Getty Images

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dirinya akan melarang TikTok, kecuali jika ada perusahaan Amerika yang membeli operasional anak usaha ByteDance Technology tersebut di AS.

Baca Juga

Apa yang menyebabkan aplikasi yang berhasil menarik jutaan pengguna itu dianggap sebagai risiko keamanan nasional hanya dalam waktu dua tahun?

Beruang kenyal berwarna merah berdiri di atas panggung remang-remang sendirian ketika kemudian ada suara Adele bernyanyi.

Lalu, kerumunan yang tak terlihat bergabung dengan baris lagu berikutnya, kamera kemudian menunjukkan ratusan beruang kenyal yang seolah-olah tengah bernyanyi lagu Adele `Someone Like You` bersama-sama.

Video itu konyol, imut, dan sangat menyenangkan ditonton. Dan untuk aplikasi video pemula TikTok, video itu melakukan lebih banyak untuk waktu 15 detik daripada anggaran pemasaran yang bernilai jutaan.

Setelah diunggah pada bulan Desember 2018, video itu sudah ditonton jutaan orang, tetapi - yang lebih penting - ditiru oleh ribuan orang di jejaring sosial lainnya.

Aplikasi itu mencuat secara global dan sejak saat itu TikTok telah menarik ratusan juta penonton yang bersemangat, kreatif dan muda.

Asal usul TikTok berbeda dengan kisah start-up yang sering kita dengar sebelumnya. Perusahaan itu bukan kerajaan yang dibangun oleh beberapa orang dengan ide bagus di garasi rumah mereka.

Aplikasi itu sebenarnya bermula dari tiga aplikasi berbeda. Yang pertama adalah aplikasi AS bernama Musical.ly, yang diluncurkan pada 2014 dan memiliki sejumlah pengikut yang jumlahnya `sehat` di negara itu.

Pada 2016, raksasa teknologi China, ByteDance Technology, meluncurkan layanan serupa di China yang disebut Douyin. Aplikasi itu menarik 100 juta pengguna di China dan Thailand dalam kurun waktu setahun.

ByteDance Technology melihat prospek yang cerah dan ingin memperluas bisnis dengan merek yang berbeda - TikTok. Jadi, pada tahun 2018 perusahaan itu membeli Musical.ly dan memulai ekspansi global TikTok.

Rahasia TikTok terletak pada penggunaan musik dan algoritme yang luar biasa kuat, yang mempelajari apa yang disukai pengguna jauh lebih cepat daripada banyak aplikasi lain.

Pengguna dapat memilih dari database lagu yang besar, filter dan klip film untuk melakukan lipsync.

Fitur itu mengilhami beberapa tren besar seperti Old Town Road rapper Lil Nas X atau Bored in the House yang dibuat Curtis Roach.

Bahkan theme tune BBC News menjadi viral ketika orang Inggris semakin santai melihat briefing virus corona setiap hari.

Banyak orang akan menghabiskan sebagian besar waktunya di laman `For You`.

Di sinilah algoritma menawarkan konten bagi pengguna, mengantisipasi apa yang akan mereka nikmati berdasarkan konten yang telah mereka saksikan.

Fitur itu juga merupakan tempat konten yang potensial viral dipajang.

Idenya adalah bahwa jika kontennya bagus, konten itu akan viral, terlepas dari berapa banyak pengikut yang dimiliki si pembuat konten.

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler