Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Indonesia Jangan Mau Kalah Sama Swiss

Jumat, 25 September 2020 | 09:49 WIB
Foto :
  • Dok. NREL
Pembangkit Listrik Panas Bumi yang merupakan bagian dari energi terbarukan.

VIVA – Pandemi COVID-19 berdampak pada penggunaan energi batu bara di seluruh dunia. Menurut Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia, Surya Darma, beberapa negara sampai menurunkan penggunaan salah satu energi fosil yang tidak dapat diperbarui tersebut.

"Mereka (negara) mematikan pembangkit listrik tenaga uap batu bara. Saat ekonomi mulai pulih akibat pandemi mereka akan beralih ke energi terbarukan," kata dia, dalan konferensi pers virtual, Kamis, 24 September 2020.

Baca Juga

Baca: Pemerintah Bisa Pakai Teknologi Ini untuk Menciptakan Energi Abadi

Surya memprediksi jika pandemi COVID-19 akan mempercepat pemakaian energi terbarukan dari rencana sebelumnya. Misalkan saja, tahun ini sampai lima tahun ke depan, negara-negara di seluruh dunia akan mengurangi penggunaan energi fosil di sektor kelistrikan hingga 50 persen

"Indonesia menargetkan (pengurangan energi fosil untuk kelistrikan) sekitar 33 persen. Ini semua harapan dan mudah-mudahan bisa tercapai," ungkapnya. Adapun target dari 2025 hingga 2050, pengurangan energi fosil akan sangat signifikan dari 50 hingga 86 persen.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler