Operator Seluler Beri Bantuan, Nadiem Makarim Kasih Peringatan

Mendikbud Nadiem Makarim mengikuti rapat kerja dengan Komisi X DPR.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA – Operator seluler turut memberikan bantuan untuk kegiatan belajar online, selain kuota internet gratis dari pemerintah. Meski begitu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, justru kasih peringatan (warning) kepada para siswa/i maupun mahasiswa/i. Logh, kok begitu?

Seperti diketahui, pada Jumat, 25 September 2020, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program kuota internet gratis bagi siswa/i, mahasiswa/i, guru, serta dosen kegiatan belajar-mengajar jarak jauh atau sekolah online. Kuota internet ini akan aktif selama 30 hari sejak diterima oleh nomor pendidik maupun peserta didik.

"Saat ini pembelajaran jarak jauh jadi salah satu solusi terbaik untuk memastikan keberlangsungan kegiatan pendidikan di tengah pandemi COVID-19. Kami menyadari koneksi internet berperan penting dan mendukung penuh langkah pemerintah," kata Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Telkomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI), Merza Fachys.

Menurutnya, selain menyalurkan kuota internet gratis dari pemerintah, masing-masing operator seluler juga menyediakan inisiatif berupa paket data dan kartu perdana untuk peserta didik di seluruh Indonesia. Berikut inisiatif tersebut yang dirangkum VIVA Tekno, Senin, 29 September 2020:

Indosat Ooredoo

PT Indosat Ooredoo Tbk memiliki insiatif menyediakan paket pintar untuk pelajar, mahasiswa dan pengajar dalam IMClass. Besaran kuota nya 30GB dibanderol Rp1. Paket ini bisa digunakan untuk mengakses platform belajar online serta website universitas di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut bisa mengunjungi laman resmi IM3 Ooredoo. Selain itu IM3 Ooredoo juga memberikan kartu kuota internet untuk siswa madrasah di seluruh Indonesia. Hasil kerja sama dengan Kementerian Agama ini besaran bantuan itu adalah 30GB.

Telkomsel

Selain mendukung program pemerintah dengan menyalurkan kuota internet itu, operator seluler pelat merah Telkomsel juga meluncurkan sejumlah produk dan layanan penunjang aktivitas digital di sektor pendidikan diantaranya paket data Ilmupedia dan Conference.

Salah satunya yang telah hadir beberapa waktu lalu adalah Kuota Belajar Rp10 untuk 10GB. Paket ini bisa untuk mengakses sejumlah aplikasi e-learning, situs sekolah dan kampus terdaftar dan layanan konferensi video seperti Zoomn, Google Meet, dan Microsoft Teams.

XL Axiata

PT XL Axiata Tbk menyalurkan bantuan paket internet gratis untuk para pelajar di beberapa provinsi. Minggu lalu giliran pelajar sekolah di Lampung dan pelajar madrasah wilayah Jawa Timur dan Kalimantan Barat.

Paket ini terdiri dari kartu perdana dan kuota data 30GB. Untuk Lampung, ada 350 ribu paket internet yang dibagikan, sedangkan Jawa Timur ad total 1,8 juta paket internet gratis untuk pelajar dan pengajar madrasah, sementara bagi wilayah Kalimantan Barat terdapat 125 ribu paket.

Smartfren

Smartfren juga melakukan Kerjasama dengan Kementerian Agama untuk menyalurkan kartu perdana bagi pendidik. Selain itu operator seluler tersebut juga telah meluncurkan promo gratis kuota 30GB untuk mengakses Ruangguru.

Mereka juga membagikan Mifi dan kartu perdana gratis bagi SMPN 1 Rembang Jawa Tengah dan untuk beberapa sekilas di Banjarmasin Kalimantan Sekolah yaitu SDN Sungai Anfai 3, SDN Kuin Selatan 4, SDN Pemurus 1, SDN Seberang Mesjid 5, dan SDN Benua Anyar.

Tri Indonesia

Sementara Tri Indonesia melakukan penambahan kuota untuk dibagikan bersamaan dengan kuota belajar dari pemerintah. Kuota itu sebesar 30GB dengan 10GB untuk mengakses semua aplikasi dan 20GB bagi akses pada aplikasi e-learning seperti Ruangguru, Edmodo, dan Google Classroom.

Pengguna Tri tinggal membalas SMS Notifikasi yang akan dikirimkan pada nomor terdaftar. Ketik 'TRI' maka kuota 30GB akan langsung diterima. Selain 30GB, Tri juga menambah 6GB kuota internet bagi penggunanya yang pertama kali mengunduh aplikasi Bima Plus.

Pada kesempatan terpisah, Mendikbud Nadiem Makarim mengingatkan kepada para siswa/i maupun mahasiswa/i supaya melapor ke kepala sekolah dan pimpinan perguruan tinggi atau universitas jika tidak mendapat bantuan kuota internet gratis dari pemerintah.

"Langsung lapor ke kepala sekolah atau pimpinan universitas nomor-nomor yang telah didaftarkan sebelumnya. Itu tahap pertama," tegas Nadiem Makarim. Pria yang akrab disapa Mas Menteri itu mengatakan kepala sekolah dan pimpinan universitas memiliki tanggung jawab untuk mengakurasi nomor-nomor yang telah didaftarkan.

Dengan begitu masyarakat tinggal menyampaikan nomor yang didaftarkan. Setelah itu memastikan jika nomor ponselnya terdaftar dan juga aktif. "Kebanyakan isu kalau belum menerima itu artinya input-nya salah atau nomornya bukan nomor yang aktif," ungkapnya.

Nadiem Makarim juga mengatakan penyalurannya pun dibagi menjadi dua tahap setiap bulannya. Jadi tak perlu takut jika belum menerima pada tahap pertama masih ada tahap kedua.

"Kalau pada tahap satu ada nomor yang tidak aktif atau salah input bisa dikoreksi di tahap kedua pada bulan itu. Kuota internet akan valid selama 75 hari terhitung sejak diterima. Jadi, jangan khawatir meski dikirimnya bersamaan tapi kuota internet gratis ini akan valid selama dua bulan ke depan," ungkap Nadiem Makarim, yang juga pendiri Gojek tersebut.