Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Insight

Informasi

WhatsApp Pintu Masuk Pegasus Intai Pejabat Negara, Waspadalah Jokowi

Minggu, 25 Juli 2021 | 14:15 WIB
Foto :
  • Dokumentasi Setpres.
Presiden Joko Widodo.

VIVA – Pegasus belakangan ini menjadi perbincangan masyarakat dunia. Bahkan, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengganti ponsel beserta nomornya setelah adanya kecurigaan bahwa dirinya dan para menteri menjadi sasaran perangkat pengintai (spyware) ini.

Juru Bicara Kepresidenan Prancis Gabriel Attal kepada Radio France-Inter, mengatakan bahwa Macron menganggap masalah ini sangat serius. Bahkan, dirinya langsung mengadakan pertemuan darurat untuk membahas keamanan siber dan kemungkinan langkah pemerintah selanjutnya di Istana Élysée pada Kamis, 22 Juli kemarin waktu setempat.

Baca Juga

Lalu, dikutip dari situs France 24, Presiden Macron menuntut "penguatan semua protokol keamanan" terkait dengan sarana komunikasi yang sensitif. Berdasarkan laporan Amnesty Internasional, tidak hanya Macron, sejumlah presiden, perdana menteri, dan raja juga menjadi target dari malware buatan NSO, perusahaan teknologi Israel.

Hal ini pun menjadi perhatian lembaga riset siber Indonesia, Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) pimpinan Pratama Persadha. Ia mengungkapkan laporan dari Amnesty International dan Citizen Lab menyusul dugaan kebocoran data pada 50 ribu target potensial alat mata-mata Pegasus NSO.

Photo :
  • Threatpost

Ilustrasi Pegasus, perangkat lunak atau software milik NSO Group.

Target tersebut termasuk 10 perdana menteri, tiga presiden, dan seorang raja. Sebelumnya, juga ramai diberitakan bahwa Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi, yang meninggal dunia juga menjadi target Pegasus.

Asal tahu saja, Pegasus merupakan malware berbahaya yang bisa masuk ke perangkat seperti ponsel pintar sampai laptop seseorang dan melakukan kegiatan surveillance atau mata-mata.

Pegasus sebenarnya merupakan sebuah trojan - jenis malware - yang begitu masuk ke dalam sistem target dapat membuka "pintu" bagi penyerang untuk dapat mengambil informasi yang berada dalam sistem target.

Lebih spesifik boleh dikatakan bahwa Pegasus adalah sebuah spyware. Malware seperti ini, menurut pakar keamanan siber Pratama Persadha, banyak dijual bebas di pasaran, bahkan ada beberapa yang bisa didapatkan dengan gratis.

Topik Terkait
Saksikan Juga
Terpopuler