Alam Semesta Jadi Media Komunikasi Alien

Alien.
Sumber :
  • Express

VIVA – Seorang ilmuwan berpendapat bahwa alam semesta mungkin sebenarnya dipenuhi oleh obrolan alien sebagai bentuk penyampaian informasi kuantum terdistribusi.

Fisikawan kuantum dari Imperial College London di Inggris, Terry Rudolph, telah mengajukan hipotesis baru tentang bagaimana alien mampu berkomunikasi melintasi ruang angkasa.

Mengutip situs Sputniknews, Selasa, 10 Agustus 2021, Rudolph memberikan gambaran kalau makhluk luar angkasa alien telah membuat jalur komunikasi sendiri hampir sama formatnya dengan radiasi termal yang dipancarkan oleh bintang-bintang.

Ia menilai alien bisa mengirim pesan dengan menjerat foton di bintang yang terpisah, mengubah cahaya yang dipancarkan oleh satu bintang dengan mengganggu bintang lain, dan penerima pesan tersebut hanya perlu mengamati bintang kedua menggunakan optik linier untuk mengumpulkan isi surat wasiat.

"Hasilnya adalah ketika kita melihat ke bintang-bintang dan hanya melihat radiasi termal kita biasanya menyimpulkan bahwa alam semesta itu kosong. Tapi mungkin dengan mengandalkan korelasi radiasi tersebut alam semesta sebenarnya mengandung obrolan alien dan bentuk lainnya dari pemrosesan informasi kuantum terdistribusi," jelasnya.

Rudolph menunjukkan kalau ini semua pada dasarnya tersembunyi dari manusia jika teori kuantum benar. Namun, jika teori kuantum tidak benar maka otomatis alien tidak menggunakan metode tersebut.

"Oleh karena itu nampaknya satu-satunya cara untuk menguji hipotesis ini adalah menunggu mereka menghampiri lagi dan memberikan kita semua gambaran kasus mana yang terkait," ungkapnya.

Dalam 5.000 tahun terakhir, lebih dari 1.700 bintang terdekat bisa melihat Bumi dan berpotensi mendeteksi kehidupan manusia. Empat dari bintang tersebut diketahui memiliki planet berbatu, sebuah studi baru menemukannya.

Ketika para astronom berburu exoplanet (planet di luar Tata Surya), mereka mencarinya dengan memperhatikan planet yang tengah transit atau melintas di depan bintang mereka.

Fakta ini membuat para ilmuwan bertanya-tanya mengenai bintang apa yang bisa melihat Bumi. Tahun lalu, dia dan rekan-rekannya mengidentifikasi lebih dari 1.000 bintang terdekat yang saat ini dapat melihat titik biru pucat Bumi saat melintas di depan Matahari.