Terhindari dari PHK Massal karena Integrasi Digital

Ilustrasi integrasi digital.
Sumber :
  • INSEAD Knowledge

VIVA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki transaksi hingga 12 ribu dokumen pajak per bulan. Oleh karena itu, sebagai bagian dari efisiensi maka dilakukan integrasi digital data perpajakan.

Integrasi tersebut merupakan konektivitas host-to-host antara platform ERP (enterprise resource planning) Wajib Pajak dengan server otoritas pajak. Dengan kata lain, sistem perpajakan KAI sudah terintegrasi secara real-time dengan server Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (DJP Kemenkeu).

"Sebagai medium-sized company dengan aset Rp54,06 triliun, kami memiliki 12 ribu transaksi yang berkaitan dengan dokumen perpajakan. Ini bila dikerjakan tanpa integrasi digital akan membutuhkan banyak orang dan waktu," ungkap Corporate Deputy Director of Finance Consolidation PT KAI, Jagatsyah Aminullah, Kamis, 21 Oktober 2021.

Ia mengatakan jika KAI menggunakan aplikasi Tarra e-Faktur buatan programmer dalam negeri (TelkomPajakku) untuk melakukan integrasi digital data perpajakan. Tarra e-Faktur telah mendapat lisensi resmi dari DJP sehingga mendapatkan jalur khusus ke server DJP Kemenkeu.

Bahkan, aplikasi ini mampu membuat, mencetak, dan mengirim puluhan ribu faktur pajak secara massal dan seketika (real-time) ke server DJP Kemenkeu. "Dengan integrasi digital data perpajakan, maka transaksional penerbitan invoice ketika dicatat ke pembukuan sudah relatated (menyambung) semua dengan sistem pajak," tutur Jagatsyah.

Photo :
  • IG PT KAI @kai121_

Armada Kereta Api Indonesia

Dengan demikian, apabila nanti ada pembuktian dan pemeriksaan, maka tim DJP akan sangat mudah melakukan pengecekan. Aplikasi web-based tersebut juga mampu memantau sekaligus memperkirakan nilai pajak untuk satu bulan ke depan.