Kabel Optik Sepanjang 3.400 Km Siap Dibentangkan di RI

Ilustrasi kabel serat optik
Sumber :
  • Pixabay

VIVA – PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk bersama dengan PT NAP Info Lintas Nusa atau Matrix NAP Info, baru saja menandatangani dokumen legalitas terkait pendirian PT Varuna Cahaya Santosa yang merupakan perusahaan patungan untuk pembangunan jaringan Sistem Komunikasi Kabel Laut berkapasitas tinggi bernama Varuna Cable System. 

Jaringan SKKL ini akan menghubungkan pulau Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Labuan Bajo, Sulawesi, Kalimantan, Bawean, Madura, dan kembali ke pulau Jawa, dalam satu lingkaran yang tersambung dengan kabel optik lebih dari 3.400 kilometer. 

"Kami melihat VCS ini sebagai salah satu kendaraan dalam hal perwujudan literasi digital inklusif yang menekankan pemerataan bagi seluruh rakyat Indonesia. Sebagai salah satu provider jaringan yang telah hadir di Indonesia selama lebih dari dua dekade ini, kami harapkan kehadiran VCS juga sebagai bentuk kontribusi nyata," ujar Managing Director Matrix NAP Info, Thomas Dragono, dikutip Minggu 27 Februari 2022.

Dalam kesempatan terpisah, CCSI dan Matrix NAP Info juga telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Mitsui, terkait minat mereka untuk turut ambil bagian dalam penyertaan saham di VCS. 

Ilustrasi kabel optik

Photo :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Tujuan dari program ini adalah untuk turut berpartisipasi dalam memperkuat infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, yang merupakan pondasi dasar bagi ekonomi digital yang sedang berkembang cepat. 

Para stakeholder dari VCS melihat bahwa perkembangan jaringan telekomunikasi yang semakin meluas di luar pulau Jawa memerlukan pembangunan jaringan tulang punggung kabel optik bawah laut yang menghubungkan pulau-pulau di seluruh Indonesia.

Sementara CCSI bertanggung jawab sebagai kontraktor pengadaan dan penggelaran (Engineering Procurement Construction) serta saat pengoperasian dan pemeliharaan jaringan. 

Kabel Optik Bawah Laut yang akan digunakan adalah buatan CCSI dengan spesifikasi teknis 48 fiber cores dengan tipe kabel Repeaterless System, light-weight (LW), single-armoured (SA) atau double armoured (DA). 

Pembangunan jaringan ini ditargetkan selesai dalam kurun waktu 24 bulan dengan penggelaran jalur kabel yang telah mengikuti alur koridor nasional, sesuai dengan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 14 Tahun 2021 tentang Alur Pipa dan Kabel Bawah Laut. 

"VCS memiliki keunggulan dalam melayani daerah-daerah di beberapa kepulauan Indonesia yang sedang berkembang ekonomi digitalnya. Kerja sama dan kolaborasi ini menunjukkan komitmen yang tinggi dalam pelayanan yang diberikan kepada para mitra strategis lintas industri yang akan menggunakan jaringan VCS," ujar President Director CCSI dan VCS, Peter Djatmiko.