Kini Bunuh Kecoa Bisa dengan Teknologi AI

Kecoa.
Sumber :
  • U-Report

VIVA Tekno – Para ilmuwan di Heriot-Watt University, Skotlandia telah menciptakan mesin menghempaskan serangga yang dapat mendeteksi keberadaan kecoa dan serangga lainnya. Dilansir dari Daily Star, mesin ini digarap oleh Kepala Peneliti Ildar Rakhmatulin.

Mesin menggunakan komputer canggih dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) – secara otomatis membunuh serangga mengerikan yang tak diinginkan.

Rakhmatulin mengatakan bahwa ia menggunakan Jetson Nano, komputer kecil yang mempelajari algoritma sehingga mampu memiliki akurasi tinggi untuk mendeteksi suatu objek.

sinar laser mendeteksi adanya kecoa

Photo :
  • Ildar Rakhmatulin/YouTube/Daily Star

“Saya mulai menggunakan Jetson Nano, komputer kecil mempelajari algoritma, yang memungkinkan saya menggunakan teknologi deep learning dengan akuranis lebih tinggi untuk mendeteksi suatu objek,” jelasnya.

Komputer menggunakan dua kamera untuk menemukan posisi kecoa sebelum mengirimkan informasi ke mesin lain yang mengukur arus listrik untuk menembak laser ke target.

Sinar laser digunakan pada tingkat kekuatan yang berbeda. Ketika berada di level yang lebih rendah, tim menemukan kejutan yang menghalangi kecoa masuk ke area tertentu.

Dengan begitu, tim berharap di masa depan ruang tertentu bebas dari gangguan atau bug. Pada tingkat kekuatan lebih tinggi, serangga secara mengejutkan akan mati.

kecoa yang mati setelah terkena sinar laser

Photo :
  • Ildar Rakhmatulin/YouTube/Daily Star

Rakhmatulin telah memuat semua data dan instruksi tersedia secara gratis dan mengatakan siapa pun dapat mencobanya sendiri selama mereka melakukan tindakan pencegahan yang tepat.

“Saya menggunakan perangkat keras dan teknologi yang sangat murah dan ini gratis,” kata Rakhmatulin. Sejak dirilis, ia mengungkapkan orang lain mulai mencobanya terhadap ‘tamu tak diundang’ seperti lebah.

Teknologi baru ini dibanderol dengan harga US$250 atau setara dengan Rp3,8 juta. Terobosan tersebut dapat memberikan alternatif yang jauh lebih efisien untuk perangkap mekanis dan dapat membantu mengakhiri penggunaan kimia pembunuh serangga yang berbahaya bagi lingkungan dan sering membunuh serangga non-hama.