Buaya Perawan Melahirkan, Ilmuwan Terheran-heran

Hewan buaya.
Sumber :
  • piqsels.com

VIVA Tekno – Para ilmuwan telah mengumumkan kasus kelahiran dari buaya perawan pertama. Hewan buas yang tercatat telah diisolasi selama 16 tahun itu ditemukan dengan cengkeraman telur.

Penemuan ini memberikan 'wawasan yang menggiurkan' ke dalam asal evolusi dari sifat tersebut, yang berpotensi menjelaskan kemampuan reproduksi seperti dinosaurus, demikian temuan sebuah studi baru.

Buaya Amerika (Crocodylus acutus) dibawa ke penangkaran pada 2002 ketika dia berusia 2 tahun dan ditempatkan di kandang di Parque Reptilandia di Kosta Rika.

Dia tetap sendirian selama 16 tahun berikutnya. Namun pada Januari 2018, ditemukan 14 butir telur di kandang. Kelahiran perawan juga dikenal sebagai partenogenesis fakultatif (FP), adalah jenis reproduksi aseksual pada spesies yang biasanya bereproduksi secara seksual.

Para ilmuwan telah mendokumentasikannya pada burung, hiu, kadal, dan ular di penangkaran, di antara spesies lainnya. Hingga saat ini, belum pernah tercatat di antara Crocodilia —ordo yang mencakup buaya, aligator, caiman, dan gharial.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada Kamis, 8 Juni 2023 di jurnal Biology Letters, para peneliti mengatakan tujuh dari 14 telur yang dihasilkan buaya di Kosta Rika dapat hidup.

 

Ilustrasi

Photo :
  • 497657

Penjaga kebun binatang mengerami telur-telur ini, tetapi mereka tidak menetas. Jadi setelah tiga bulan, mereka membuka telur-telur itu, menurut laman Live Science.

Isi dari enam telur tidak dapat dilihat, tetapi satu mengandung janin yang sudah terbentuk sempurna, tetapi tidak dapat hidup. Analisis genetik menunjukkan itu hampir identik dengan induknya.

Tim yang dipimpin oleh Warren Booth, ahli entomologi di Virginia Tech, menulis dalam penelitian, meski telur yang gagal menetas 'mengecewakan', tetapi bukan hal yang aneh jika keturunan yang lahir dengan cara ini dapat menderita kelainan dan bisa gagal berkembang.

Mereka menambahkan, ini mungkin lebih umum pada spesies yang ada di ambang kepunahan dan penelitian yang menyelidiki populasi liar dapat mengungkap lebih banyak kasus.

Ilmuwan juga mengatakan penemuan kelahiran perawan pada buaya mengartikan bahwa keluarga ini jadi yang kedua setelah burung, yang merupakan keturunan dinosaurus, di mana memiliki asal evolusi yang sama.

Burung dan buaya adalah perwakilan archosaurus yang tersisa -kelompok yang juga termasuk dinosaurus dan pterosaurus.

"Bukti baru ini menawarkan wawasan yang menggiurkan tentang kemampuan reproduksi kerabat archosaurian yang telah punah dari buaya, terutama Pterosauria dan Dinosauria," tulis mereka.