Dokter Spesialis Masih Minim, Teknologi Cloud Bisa jadi Jawaban

Ilustrasi dokter/rumah sakit.
Sumber :
  • Freepik

VIVA Tekno – Indonesia alami kekurangan dokter spesialis hingga mencapai angka sekitar 30 ribu. Menurut Dirjen Tenaga Kesehatan Kementerian Kesehatan, Arianti Anaya, kita membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk memenuhi jumlah dokter spesialis.

"Dengan asumsi jumlah penyelenggara prodi dokter spesialis sebanyak 21 dari 92 fakultas kedokteran menghasilkan lulusan spesialis sekitar 2.700 tiap tahun," ujarnya.

Persebaran dokter spesialis pun belum merata karena 59 persen masih berada di Pulau Jawa. Sementara wilayah Indonesia bagian timur jumlahnya masih terbatas.

Untuk mengatasi hal tersebut, Borderless Healthcare Group membuka jaringan pengetahuan medis yang belum pernah ada sebelumnya untuk mendukung rumah sakit dan klinik di Indonesia melalui layanan cloud Indonesia.md.

Platform ini telah menjalin kerja sama berbasis cloud (awan) dengan dokter-dokter spesialis terkenal baik di Singapura, Australia, Hong Kong, Korea, Jepang, Amerika Serikat, dan banyak negara lainnya untuk dapat berbagi pengetahuan medis kepada tenaga kesehatan yang ada di Indonesia. 

Dokter Indonesia yang tertarik untuk berpartisipasi dengan layanan ini dapat mengakses sistem cloud melalui TV di ruang konsultasi yang memungkinkan interaksi langsung antara dokter dengan pasien serta dokter spesialis.

Layanan telemedicine.

Photo :
  • Borderless Healthcare Group

Telekonsultasi mendalam seperti itu memungkinkan pasien dan dokter untuk dapat berpartisipasi dalam lingkungan perawatan yang nyaman di mana dokter di Indonesia mendapatkan dukungan dan pengetahuan tanpa batas untuk memberikan perawatan terbaik kepada pasien.

"Model co-care online-to-offline kemitraan antara dokter spesialis sebagai narasumber pengetahuan dengan dokter lokal sangat cocok untuk diterapkan di negara dengan kelangkaan dokter spesialis seperti Indonesia," ujar CEO Metro Hospital Group di Indonesia, Romeo Lledo yang telah menjalin perjanjian kerja sama dengan Indonesia.md.

Sementara itu, Wei Siang Yu, Pendiri dan CEO Borderless Healthcare Group mengungkapkan, negara kita seharusnya mengutamakan pelayanan kesehatan berbasis pengetahuan ketimbang layanan kesehatan berbasis nilai. Saat ini Indonesia masih belum memiliki standar universal mengenai perawatan dan harga pelayanan. 

"Kami berharap sistem cloud berbagi pengetahuan yang kami luncurkan dapat bermanfaat bagi masyarakat Indonesia untuk dapat memperoleh pengetahuan medis terbaik lebih cepat dengan cara yang lebih interaktif," ujarnya dalam rilis resmi, Rabu, 21 Juni 2023.

Cloud memungkinkan para pakar global untuk bertukar pengetahuan medis dengan dokter lokal, menandai standar keunggulan global dan lokal baru dalam praktik dan pelatihan untuk Indonesia.

Sebuah studio omnichannel 'medical rockstar' akan dibangun di Jakarta Selatan untuk mendukung dokter-dokter top Indonesia membuat gerakan pemberdayaan kesehatan masyarakat dengan bekerja sama dengan para ahli medis global.