Path Pernah Tolak Tawaran Google

Sumber :
  • Path
VIVA.co.id
- Aplikasi jejaring sosial dan
chatting mobile,
Path baru saja diakuisisi oleh induk perusahaan KakaoTalk, Daum Kakao.


Dalam keterangannya, akuisisi itu akan menjadi modal bagi Daum Kakao untuk menguasai pasar Asia Tenggara dan dunia. Nilai akuisisi itu tak disebutkan.


Ternyata belakangan terungkap fakta Google pernah berambisi untuk membeli Path jauh sebelum situs itu makin populer di jagad digital.


Dikutip dari
Business Insider,
Senin 1 Juni 2015, disebutkan pada awal kemunculannya, Path sudah memiliki potensi besar untuk menjadi situs yang terus bertumbuh.


Hanya dalam pekan sejak kehadirannya, Path telah diunduh 1,5 juta kali. Capaian ini pun mulai menarik perhatian perusahaan teknologi besar.


Kemudian saat Path berusia tiga bulan, Google sudah mendekati dan membujuk
Chief Executive Officer
(CEO) Path, David Morin untuk bersedia menjual situs besutannya tersebut.


Nilai yang ditawarkan perusahaan internet raksasa dunia itu saat itu pun bisa dibilang besar, US$100 juta. Tawaran tak berhenti di situ saja, sebagai bagian akuisisi, Google menawarkan Morin gaji US$25 juta selama empat tahun.


Tapi bujuk rayu Google itu ditolak mentah oleh Morin. Keputusan Morin saat itu dianggap gila bagi sebagaian besar orang, sebab tawaran itu sangat menggiurkan.


Ternyata penolakan Morin atas tawaran Google salah satunya berkat bisikan kolega Morin, Dustin Moskovitz, yang merupakan salah satu investor Path dan salah satu yang ikut mendirikan Facebook.


Moskovitz sudah membeberkan bisikannya kepada Morin untuk menolak mentah tawaran Google pada gelaran TechCrunch Disrupt 2011.


Moskovitz mengungkapkan kegundahan Morin saat mereka sedang berlibur bersama pada 2011. Saat itu, kata Moskovitz, Morin terlihat gundah untuk menolak pinangan Google.

"Saat itu benar-benar terlihat jelas dari bahasa tubuh Dave (Morin) bahwa ia tak ingin melakukan kesepakatan. Ia merasa tertekan untuk melakukannya," ujar Moskovitz.

Kegundahan itu menurut Moskovitz adalah hal wajar. Sebab saat itu, banyak pihak yang mendesak dan menekan Morin untuk menerima tawaran Google.

"Mereka bilang 'ambil kesepakatan itu dan jangan khawatirkan semuanya'," ujar Moskovitz.


Kolega Morin itu mengatakan pada titik itu ada hikmah yang harus dipetik yaitu seorang pemilik situs harus kuat dan tegas dengan pendirian prinsipnya.


"Pelajaran yang bisa diambil yaitu pendiri harus memiliki harapan yang lebih tinggi di atas perusahaan mereka," ujarnya.