Artis Cantik Ini Ternyata Paling Berbahaya di Internet

Kelly Brook
Sumber :
  • Reuters
VIVA.co.id
- Berkat virus, artis ini dinobatkan sebagai yang paling berbahaya di dunia maya. Kelly Brook mendapatkan julukan itu sekarang menggantikan Cheryl Fernandez-Versini.


Model dan selebritas Hollywood, Kelly Brook, dinobatkan sebagai tokoh paling berbahaya dalam pencarian online di Inggris. Namanya dianggap sebagai pemicu paparan virus dan
malware
paling hebat ketimbang selebriti lainnya.


Ini merupakan klaim dari hasil studi tahunan yang dilakukan Intel. Kategori Most Dangerous Cyber-Celebrity tahun lalu pernah jatuh ke tangan Cheryl Fernandez-Versini, yang tahun ini turun ke peringkat 18 dari posisi puncak tahun lalu.


"Selain Kelly Brook, nama selebritas lain yang masuk dalam daftar seleb berbahaya di internet adalah Katie Price, Nick Grimshaw, Rita Ora dan Victoria Beckham," tulis laporan yang dilakukan Intel Security dengan memanfaatkan situs SiteAdvisor buatan McAfee, dilansir dari Telegraph
, Rabu, 30 September 2015.


Nama Kelly Brook memang menempati posisi pencarian paling banyak. Namun semua terkait dengan download dan torrent. Istilah yang paling banyak muncul dan berbahaya, yang mendompleng nama Brook, di antaranya 'Kelly Brook HD Downloads', 'Kelly Brook Free MP4', dan 'Kelly Brook torrent'.


"Penjahat siber selalu mencari cara untuk mengambil keuntungan dari nama orang-orang terkenal dan popular, termasuk juga acara dan event ternama, baik itu ajang pencarian bakat, premier film, peluncuran album baru, maupun putus cintanya para selebriti," ujar Nick Viney, VP Consumer, Mobile and Small Business, Intel Security.


Dikatakan Viney, para penjahat siber itu mengkapitalisasi ketertarikan pengguna dan mengarahkan mereka untuk mengunduh malware berbahaya yang berakhir pada pencurian data pribadi.


Intinya, menurut Viney, pengguna harus berhati-hati dengan nama selebriti yang dibubuhi dengan istilah 'free MP4', 'HD Downloads', atau 'torrent. Istilah itu, yang kerap muncul di internet merupakan kedok yang berisi malware dan virus berbahaya.


"Oleh karena itu, harusnya pengguna lebih bijak untuk mengunduh konten dari sumber terpercaya. Jika diambil dari sumber lain maka mereka berisiko terpapar kejahatan siber," kata Viney.