Kota Pintar Impian Ericsson

Kantor Ericsson
Sumber :
  • Beartai
VIVA.co.id
- Perkembangan teknologi internet diyakini makin mendekatkan terwujudnya kota pintar (
smart city
). Tapi bagi Ericsson, visi besar perusahaan berbasis di Swedia ini ingin agar konektivitas internet kota pintar bisa melahirkan masyarakat berjejaring (
network society
).


"Yang kami visikan adalah bagaimana teknologi memberikan benefit bagi masyarakat. Kalau itu terjadi, itu bagus dalam menuju
network society
," kata Hardyana Syintawati,
Vice President Marketing and Communications
PT Ericsson Indonesia di Plaza Senayan, Selasa 3 November 2015.


Dalam hal penerapan kota pintar, perempuan yang akrab dipanggil Nana itu, mengatakan, Ericsson menginginkan bukan hanya kota yang terkoneksi dengan internet tapi koneksi kota pintar yang melahirkan banyak
smart citizen
(warga kota yang cerdas). Warga kota yang pintar ini diharapkan memanfaatkan internet untuk melakukan hal yang produktif.


"Bayangkan ada ratusan orang seperti pendiri Gojek. Itulah yang harus diubah paradigmanya bahwa mobile broadband itu dari hanya konsumsi menuju hal yang produktif," ujar Nana.


Dalam hal lainnya, Ericsson mencitrakan kota pintar dengan teknologi koneksi internet yang bisa membuat orang makin beradab. Dengan lahirnya
smart citizen
, kata dia, maka sebuah kota akan makin bertahan lama dan berkembang.


"Misalnya bagaimana orang membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana penggunaan listrik warga kota. Jadi lebih ke arah kota yang berkelanjutan," kata dia.


Dia mengatakan, salah satu bentuk benefit dari kota pintar yang diimpikan Ericsson, yaitu koneksi tidak berjalan secara parsial tapi justru koneksi bersama yang bisa mengatasi sebuah problem kota.


Nana menunjukkan, misalnya, keterhubungan data antara kepolisian, layanan kesehatan dan pemadam kebakaran. Jika tiga bagian ini terkoneksi dalam satu jalur maka persoalan seperti kecelakaan, kebakaran, sampai fenomena sosial, bisa dengan cepat ditindaklanjuti dengan langkah yang tepat.


"Kalau ketiganya ini terhubung dalam satu cloud maka bisa cerdas dalam menanggapi kondisi darurat," tutur dia.

Soal matangnya kota pintar di dunia, kata Nana, akan makin terlihat nanti pada saat penerapan teknologi komunikasi 5G.
Perkiraan Ericsson, teknologi komunikasi generasi kelima itu akan disetujui industri telekomunikasi dunia untuk diterapkan pada 2020. Pada tahun ini kota pintar akan makin terlihat wujud nyatanya.

"Aspek fundamental dari 5G itu dirancang untuk
Internet of Things
(IoT)," kata dia.


Perkiraan Ericsson, pada 2020 nanti, akan ada setidaknya 26 miliar perangkat yang terkoneksi, naik dari 5 miliar perangkat yang terkoneksi di tahun 2000.