Usai LGBT, Line Bentuk Tim Lokal Penyaring Konten

Komunitas LGBT.
Sumber :
  • REUTERS/Thomas Peter

VIVA.co.id – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, menyatakan apresiasinya kepada layanan pesan instan Line yang membuat konsultan lokal untuk menyaring konten mereka sesuai kebudayaan lokal.

“Saya mengapresiasi Line, mereka mengkondisikan dengan kondisi lokal. Mereka ada konsultan lokalnya, tahu masalah lingkungan lokal. Sehingga mereka membuat kebijakan-kebijakan,” ungkap pria yang akrab disapa RA itu kepada awak media di Menara Mandiri, Jakarta, Jumat 26 Februari 2016.

Selain itu, tak kalah penting, terkait salah satu aturan Over The Top (OTT), yang mewajibkan bagi pemain OTT yang beroperasi di Indonesia untuk membentuk Badan Usaha Tetap (BUT).

Rudiantara pun mencontohkan, salah satu OTT asing yang baru-baru ini telah menjadi BUT, adalah Line.

“Line sudah pasti,” singkatnya.

Di tempat terpisah, Head of Public Relations Line Indonesia, Teddy Arifianto membenarkan pernyataan Rudiantara yang menyebutkan aplikasi berbalas pesan itu telah membentuk BUT di Indonesia.
 
"Iya betul, terhitung sejak awal tahun ini kita sudah menjadi PT (Perseroan Terbatas). Proses pengajuannya sudah sejak tahun kemarin, kita lakukan dan akhirnya semua rampung awal tahun ini," jelas Teddy.
 
Diketahui, beberapa waktu lalu Line sempat mendapat kecaman dari masyarakat, karena stiker Lesbi, Gay, Biseksual, Transgender (LGBT) yang mereka tampilkan. Namun, setelah mendapat teguran dari Kominfo, Line pun tunduk dan menyebutkan mereka akan terus memperhatikan konten yang berkaitan dengan budaya tempat penggunanya. (asp)