Hacker Jajakan 200 Juta Akun Pengguna Yahoo

Kantor Yahoo di AS
Sumber :
  • glassdoor.com
VIVA.co.id
- Para pengguna Yahoo kini patut waspada. Seorang hacker mengklaim memiliki data 200 juta akun pengguna situs tersebut dan sedang dijajakan di dark web (jalur internet rahasia).


Hacker tersebut menceritakan hal ini kepada situs
Motherboard
. Ratusan juta akun itu dikatakan sedang ditawarkan di The Real Deal Marketplace, yang lokasinya tidak akan pernah diketahui siapapun kecuali para hacker.


Dilansir melalui
PC Authority
, hacker yang bernama Peace itu menjual ratusan juta aku pengguna Yahoo dengan harga 3 bitcoins atau sekitar US$720. Data yang dijual termasuk nama pengguna, password, data kelahiran dan email cadangan yang digunakan.


Pihak Yahoo tidak menampik namun tidak mengiyakan isu ini. Yang jelas, mereka menjamin isu tersebut telah ditanggapi dengan serius.

"Kami sadar adanya klaim tersebut. Kami berkomitmen melindungi keamanan informasi pengguna kami dan klaim tersebut telah kami tanggapi dengan serius. Tim keamanan kami sedang mencari dan menelusuri kebenarannya," ujar pihak Yahoo dalam sebuah pernyataan resmi kepada Motherboard .

Dikatakan pihak Yahoo, perusahaan telah berupaya keras untuk membuat aman dan nyaman para penggunanya. Bahkan mereka selalu meminta para pengguna untuk memakai password yang kuat, atau menggunakan bantuan Yahoo Account Key, serta menggunakan satu password untuk platform yang berbeda.


Ternyata ini bukan kali pertama hacker bernama Peace mengaku memiliki data pengguna situs. Sebelumnya, Peace juga pernah memberitahukan bahwa dia memiliki kumpulan data milik pengguna LinkedIn dan MySpace.


Yahoo sendiri mengklaim telah memiliki sekitar satu miliar pengguna aktif bulanan.


Peretasan itu terjadi satu minggu setelah Yahoo mengumumkan bisnis operasionalnya telah dibeli Verizon senilai US$4,3 miliar.