Mayweather Jadi Agen Mata Uang Digital

Juara dunia tinju, Floyd Mayweather
Sumber :
  • Reuters / Andrew Couldridge

VIVA.co.id – Floyd Mayweather Jr. tidak hanya menggeluti dunia ring tinju saja. Juara tinju yang akan menantang jawara tarung bebas MMA, Conor McGregor akhir pekan ini itu mencoba ‘terjun’ pada bidang lain. DIa mendeklarasikan diri sebagai agen uang mata digital. 

Dalam postingannya di akun Instagramnya, Mayweather mempromosikan pembukaan saham perdana melalui mata uang digital atau Initial Coin Offering (ICO) untuk startup Hubii. Dalam postingannya tersebut, Mayweather meminta kini dia dipanggil 'Crypto'. Selama ini juara tinju itu sering disebut dengan nama 'Money'. 

Pada prinsipnya, ICO sama halnya dengan pencatatan saham perdana (Initial Public Offering). Jika IPO terkait dengan saja, dalam ICO, sebuah perusahaan menjual sejumlah token mata uang digitalnya. Kadang ICO disebut juga dengan token crowdsale

Bukan kali ini saja, Mayweather mempromosikan ICO. Sebelumnya, pada Juli lalu, Mayweather juga mempromosikan ICO untuk platform prediksi pasar, Stox. Promosi sang juara tinju itu tampaknya cukup signifikan, sebab kurang dari dua hari, Stox meraup pendanaan US$33 juta dalam bentuk mata uang digital Ethereum, pesaing Bitcoin. 

Tak jelas apakah Mayweather turut menjadi investor di balik dua perusahaan tersebut. Kemungkinan besar, Mayweather disewa untuk mengiklankan ICO perusahaan tersebut, sebab dalam postingannya terdapat tanda pagar '#ad'. 

Startup Hubii merupakan perusahaan agregator berita berbasis lokasi. Perusahaan ini mengklaim punya pengguna harian mencapai 50 juta dan punya jaringan 560 penerbit dan mitra di berbagai lokasi. 

Hubii merilis divisi baru Hubii Network yang merupakan marketplace konten yang desentralisasi berbasis blockchain. Hubii mengklaim pemasaran konten menggunakan blockchain akan membawa sejumlah manfaat bagi penggunanya, bebas dari monopoli. 

Beberapa perusahaan yang menjalani ICO memang sukses dalam waktu sekejap. Platform pemprediksi pasar Augur meningkatkan pendanaan token mata uang digitalnya senilai US$5,2 juta dalam dua bulan pada 2015. Kemudian pada tahun ini, kompetitor Gnosis meningkat pendanaan mencapai US$12 juta dalam 15 menit saja. Sedangkan startup Bancor meningkatkan sekitar US$153 juta dalam dua jam, 25 menit.