Gerak-gerik Drone Bakal Dibatasi
- Kedubes Amerika Serikat di Jakarta
Pesawat nirawak militer.
"Kami mengalami dua insiden dunia baru-baru ini. Itu semua gara-gara drone sipil yang terbang sembarangan," kata dia seperti dikutip Sputniknews.
Ia bercerita, pada awalnya, F-22 Raptor tengah terbang patroli rutin, namun tiba-tiba hampir bertabrakan dengan pesawat tak berawak komersial saat bersiap untuk mendarat.
Di minggu yang sama, personel Angkatan Udara terkejut menyaksikan drone sipil melayang di atas pangkalan udara (lanud), lalu kemudian menghilang ke jalur penerbangan.
"Oleh karena itu, saya butuh pihak berwenang untuk mengatasinya," ujarnya, tegas. Pesawat sipil dilarang keras terbang, baik di dekat atau di atas lanud di AS, lantaran dianggap ilegal.
Namun, karena ada insiden baru-baru ini memicu kekhawatiran bakal terungkapnya titik lemah dari keamanan di basis militer Paman Sam. (mus)