Halo
Pembaca

VIVANetworks

News

Bola

Sport

Showbiz

LifeStyle

Otomotif

Digital

Ragam

Militer

Netizen

Lintas

Informasi

Selasa, 7 Juli 2020 | 05:50 WIB

Orang Indonesia Nonton Pornhub Pakai VPN Selama Pandemi, Emang Salah?

Foto :
  • Pixabay
Ilustrasi bintang porno.

Sejak pandemi Virus Corona COVID-19 menyebabkan meningkatnya akses mayoritas masyarakat ke salah satu situs porno terkemuka di dunia, Pornhub, menurut laporan yang dirilis oleh Pornhub, Maret lalu.

Secara global, akses ke situs pornhub sempat meningkat hingga di atas 24 persen pada 25 Maret lalu, sejak situs film porno tersebut memberikan akses gratis untuk layanan premium mereka.

Baca Juga

Peningkatan tertinggi terjadi di negara India dengan mencapai 95 persen, Spanyol sebanyak 61 persen, disusul Italia, yang mencapai 57 persen.

Data tersebut tidak mencakup Indonesia, namun salah satu warga di Jakarta mengaku masih mengakses Pornhub hampir setiap hari dengan menggunakan "Virtual Private Network", atau VPN.

Edy, bukan nama sebenarnya, mengaku ia juga menjadi lebih sering mengakses situs tersebut saat anjuran diam di rumah diberlakukan.

"Aktivitas mengakses situs pornografi saya meningkat sejak isolasi karena bosan. Saya juga menemukan beberapa situs yang lain," ujar Edi. "Selain itu, VPN juga mudah diakses sekarang," kata Edy yang mengaku sekarang sedang bekerja dari rumah.


Pendidikan soal seksual dan reproduksi perlu diberikan dengan benar dan terbuka, menurut sejumlah para pakar.

Unsplash, Dainis Graveris

Padahal, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, pernah mengajukan permohonan agar situs Pornhub memblokir pengguna VPN dari Indonesia.  

Situs Pornhub sudah diblokir Pemerintah Indonesia sejak 2017, karena dianggap mengandung konten yang melanggar kesusilaan yang diatur dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Menurut Edi, pemblokiran tersebut sia-sia, karena situs porno masih bisa diakses oleh VPN, seperti yang ia lakukan. Pemblokiran situs porno juga dianggap tidak tepat oleh Zoya Amirin, seorang seksolog klinis di Indonesia.

Ia mengatakan seharusnya pemerintah memberikan penjelasan yang jelas mengapa konten pornografi sebaiknya tidak dikonsumsi, karena pengetahuan soal seks sebenarnya bisa dilakukan secara resmi.

Tapi permasalahannya apakah sudah cukup tersedia pendidikan seks di Indonesia, jika membicarakannya saja masih tabu?

Bukan cuma sekadar seks


Zoya mengatakan Pemerintah Indonesia sebaiknya lebih banyak bekerja sama dengan seksolog yang ada untuk pendidikan seks di masyarakat.

Koleksi pribadi

Menurut Zoya kesempatan untuk mengajarkan pendidikan seks kepada individu dengan usia biologis yang sudah sejalan dengan perkembangan psikoseksualnya masih sempit di Indonesia.

Hal ini berdasarkan pengalaman pribadi, saat ia beberapa kali dilarang untuk tampil di televisi Indonesia karena dianggap membicarakan hal yang "terlalu vulgar".

"Saya tidak boleh ngomong vagina, tidak boleh ngomong penis, padahal sex education seharusnya diajarkan one on one kepada anak umur tiga dan lima tahun yang harus bisa ngomong penis dan vagina biasa saja."

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pendidikan seks adalah salah satu di antara beberapa cara mencegah kematian akibat aborsi tidak aman, atau aborsi ilegal, yang juga terjadi di Indonesia.

"Angka aborsi [di Indonesia] masih tidak bisa ditekan, [akibat] masih banyak orang yang meskipun tahu, ketika melakukan hubungan seks tidak mau pakai kondom, karena salah satu pasangannya merasa tidak enak pakai kondom," kata Zoya.

External Link: YouTube Zoya

Lihat artikel asli
Topik Terkait
Saksikan Juga
Kominfo vs PornHub, NU Tagih Janji dan Setnov Pindah Lapas
BERITA - 7 bulan lalu
Terpopuler