TikTok Disemprot Ahli Kesehatan

TikTok.
Sumber :
  • Robots.net

 

BBC

Tren kecantikan Do It Yourself (DIY) yang populer di TikTok bisa berbahaya, ujar kelompok pakar kesehatan.

Contohnya mengoleskan pemutih untuk memutihkan gigi, menghilangkan tahi lalat di rumah, dan menggunakan lem bulu mata untuk membuat bibir tampak lebih besar.

Ketika video ini menjadi viral, mereka mendorong orang lain untuk meniru apa yang disebut "beauty hacks", yang dapat menyebabkan kerusakan permanen, kata pakar kesehatan.

TikTok mengatakan kepada BBC News bahwa video seperti itu tidak melanggar pedoman komunitasnya.

Namun, Asosiasi Dokter Kulit Inggris, Asosiasi Dokter Gigi Inggris, dan Yayasan Kulit Inggris - yang melihat video tersebut - mengeluarkan peringatan tentang bahayanya meniru bentuk perawatan seperti itu.

"Penting untuk mengingatkan orang bahwa media sosial tidak boleh digunakan sebagai sumber utama untuk masalah kulit," kata Asosiasi Dokter Kulit Inggris.

"Jika menyangkut kulit, hal itu dapat menyebabkan ketakutan atau kepanikan yang sebetulnya tidak perlu, pemborosan sumber daya seperti uang untuk produk yang tidak dapat mengobati masalah medis, potensi penundaan dalam pengobatan, serta berpotensi memperburuk kesehatan psikologis seseorang."

Seorang juru bicara pemerintah untuk Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial mengatakan pihaknya "prihatin dengan laporan video `beauty hacks` yang berbahaya dan menyesatkan di media sosial."

"Mengikis tahi lalat"

Beberapa video yang dilihat BBC mempromosikan penggunaan cara kimia atau upaya lain untuk menghilangkan tahi lalat atau bercak kulit.

Para ahli menyarankan semua kondisi kulit seperti itu diperiksa oleh seorang profesional sebelum diangkat.

"Tidak ada cara `aman` untuk menghilangkan tahi lalat di rumah," kata Dr Ross Perry, NHS GP dan direktur medis dari klinik kulit Cosmedics.

"Itu perlu dilakukan oleh dokter atau dokter kulit yang terlatih dan tahu apa yang mereka lakukan.

"Menggunakan bahan kimia atau mencoba `mengikis` tahi lalat dapat menyebabkan infeksi, pendarahan, dan kelainan bentuk pada area tersebut."