Ethereum, Mata Uang Digital Pesaing Bitcoin

Bitcoin, salah satu dari Cryptocurrency, yang memanfaatkan Blockchain.
Sumber :
  • Gizmodo

VIVA.co.id – Ketika dunia mengagumi pertumbuhan dari cryptocurrency (mata uang digital), Bitcoin, saingan terdekatnya, Ethereum, ternyata telah menikmati kenaikan yang luar biasa pada tahun ini.

Melansir laman Sciencealert.com, Jumat, 26 Mei 2017, Ethereum saat ini menempati urutan kedua sebagai cryptocurrency terbesar kedua di dunia.

Ethereum diklaim telah mengungguli pertumbuhan Bitcoin selama empat bulan terakhir. Bahkan, minggu ini saja, kenaikan nilai jualnya mencapai 2,367 persen sejak awal 2017.

Ethereum token, atau biasa disebut ether, bernilai US$178,48 (Rp2,33 juta) dan mampu menghasilkan keuntungan besar sejak 1 Januari 2017, ketika hanya mampu menghasilkan US$8,24 (Rp107,7 ribu) dalam kurun waktu kurang dari lima bulan saja.

Tidak seperti Bitcoin yang beroperasi dengan perangkat lunak blockchain, karena dipergunakan sebagai teknologi pembayaran, Ethereum bekerja dengan perangkat yang disebut "kontrak pintar".

Kontrak pintar adalah program komputer yang secara otomatis dapat menjalankan persyaratan kontrak saat kondisi tertentu terpenuhi, serta berpotensi membawa banyak keterlibatan manusia dalam menyelesaikan kesepakatan.

Barclays sebegai contoh, di mana telah menggunakan teknologi ini untuk perdagangan derivatif. Salah satu alasan platform ini menarik begitu banyak minat, karena perusahaan-perusahaan besar terus mendaftar ke Enterprise Ethereum Alliance (EEA).

Ini merupakan perusahaan yang mengembangkan perangkat kontrak pintar. Sejumlah perusahaan pun terlibat dalam EEA ini di antaranya JPMorgan, Microsoft dan Intel, dari total 86 perusahaan.

"Orang-orang membeli spesifik blockchain. Tapi ketertarikan terbesar mereka adalah kepada teknologi," kata penjual Bitcoin, Jason Hamilton.