Startup Tanda Tangan Digital Ini Mau Ekspansi ke Luar Negeri

Chief Executive Officer PrivyID, Marshall Pribadi.
Sumber :
  • Dok. PrivyID

VIVA – PT Privy Identitas Digital atau PrivyID secara resmi mengantongi otoritas untuk menerima pendaftaran, memverifikasi, serta menerbitkan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik bagi warga Indonesia.

Kepala Eksekutif PrivyID, Marshall Pribadi mengatakan, keamanan informasi data pengguna aplikasi PrivyID terjamin melalui penggunaan teknologi asymmetric cyrptography.

Saat ini jumlah user yang tercatat di PrivyID sudah mencapai 1,6 juta dengan jumlah perusahaan yang sudah bekerjasama mencapai 70 institusi.

“Tahun depan kami menargetkan jumlah user individual dan perusahaan masing-masing mencapai 5 juta dan 500 institusi,” katanya di Jakarta, Rabu malam, 23 Mei 2018.

Tak hanya itu saja, Marshall mengaku akan memperluas pasar ke Singapura, Malaysia, Thailand, dan Australia, pada 2020.

Beberapa perusahaan besar yang sudah dilayani PrivyID antara lain PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Bank Indonesia telah merilis daftar 24 perusahaan fintech, payment gateway dan juga perusahaan penunjang fintech yang sudah lolos pemeriksaan bank sentral.

Dari ke 24 perusahaan masuk dalam daftar di atas, PrivyID menjadi satu-satunya perusahaan penyedia tanda tangan digital yang sudah diperiksa dan diakui oleh Bank Indonesia sebagai sistem penunjang teknologi finansial.

Setelah terdaftar, setiap bulannya, PrivyID harus melaporkan jumlah transaksi, produk serta layanan dan model bisnis, sampai dengan perubahan kepemilikan saham. Dengan demikian, PrivyID mulai saat ini diawasi Bank Indonesia.