Gunakan Layanan Kirim Barang Ini Cukup Rogoh Kocek Rp1

Kerja sama Paxel dengan Bukalapak.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Misrohatun Hasanah

VIVA – Perusahaan rintisan atau startup logistik berbasis teknologi, Paxel, mengumumkan kolaborasinya dengan marketplace Bukalapak dalam menyediakan layanan pengiriman barang dalam satu hari atau same day delivery antarkota dan antarprovinsi.

Co-founder Paxel, Zaldy Ilham Masita, mengatakan, dalam lima tahun terakhir perkembangan e-commerce semakin meningkat, namun tidak dengan logistik.

Kemudian, pada dua tahun terakhir ada fenomena same day yang bisa dilakukan oleh layanan ojek online tetapi masih terbatas dengan jarak.

“Paxel menggunakan metode pengiriman paling efisien dan produktif. Ini jelas berbeda dengan perusahaan logistik lain. Kami menggabungkan algoritma dan teknologi, people dan process. Dengan begitu barang bisa tiba pada hari yang sama dengan harga tetap atau flat," katanya di Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.

Meski begitu, Zaldy mengaku bahwa layanan ini baru tersedia di wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, dan Denpasar. "Dalam waktu dekat kami akan melayani pelanggan di Medan dan Makassar," jelas dia.

Menurutnya, pengiriman paket dalam kota bisa diterima dalam waktu 8 jam dan antarkota selama 10-15 jam. "Layanan ini memang diketahui jauh lebih mahal tapi bisa memberi para UKM penghasilan tambahan. Perputaran modal akan jauh lebih cepat," ungkap Zaldy.

Pada kesempatan yang sama, Pendiri dan Presiden Bukalapak, Fajrin Rasyid, mengutarakan adanya layanan same day membuat dirinya optimistis akan kepuasan pelanggan maupun pedagang di platformnya.

“Pelanggan membutuhkan jasa logistik yang dapat diandalkan sebagai solusi terhadap tantangan pengiriman barang. Kami selalu mencari solusi inovatif untuk memperbaiki ekosistem pengiriman barang. Salah satunya bermitra dengan Paxel," papar dia.

Kemitraan ini juga menjadi kesempatan bagi keduanya untuk memberi tarif flat dalam periode 6-20 Mei 2019, di mana pengguna hanya perlu membayar Rp1. Saat ini transportasi antarkota masih mengandalkan jalur udara. (ase)