Waspada Facebook Tunggangi Gojek
- VIVA/Misrohatun Hasanah
Pada satu kasus di China pada 2014, di mana saat itu pemerintahnya belum siap menerapkan layanan uang digital, maka yang terjadi adalah transaksi lewat AliPay dan WeChat Pay, banyak terjadi fraud (penipuan) karena beredar jutaan stiker palsu QR Code berisi malware.
Kesiapan keamanan seperti itu harus dipikirkan pemerintah Indonesia dari sekarang. Bank Indonesia juga dikatakan harus bersiap jika rupiah diadu dengan dompet digital.
"Mereka (BI) harus berpikir apakah sistem baru ini membahayakan rupiah atau tidak serta membahayakan dari sisi pajak atau tidak. Pikirkan dari sekarang. Minimal pembayaran nontunai yang ada saat ini dievaluasi dari sisi regulasi dan keamanan datanya," jelas Pratama.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Eksekutif ICT Indonesia, Heru Sutadi, mengatakan Gojek bisa dijadikan alat bagi Facebook untuk menjadi aplikasi super di Tanah Air.
"Indonesia adalah pasar yang menggiurkan. Baik dengan sedikit, atau bahkan, hampir tidak ada aturan," papar dia kepada VIVA.
Menurut Heru, pemerintah bersama BI, OJK, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BKPN), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) harus memantau investasi Gojek serta mengelaborasi arah bisnis kedua perusahaan itu.
Ia juga mengingatkan Facebook, WhatsApp, Facebook Messenger, dan Instagram masih menjalankan fungsi mereka sedari awal. Akan tetapi bukan tidak mungkin akan berubah.
"Pemerintah jangan lepas begitu saja aksi korporasi yang dilakukan perusahaan digital. Apalagi seolah-olah mendatangkan investasi. Perlu dilihat ada apa di balik semua itu. Indonesia harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri," tegas Heru.