Usai Merger Langsung Ekspansi, Fokus Garap Freelancer

Pendiri dan Kepala Eksekutif Sribu Ryan Gondokusumo.
Sumber :
  • Dok. Sribu

VIVA Tekno – Platform penyedia jasa pekerja lepas (freelancer), Sribu.com, resmi merger atau melakukan penggabungan usaha dengan salah satu produknya Sribulancer.com pada Juni 2023.

Dengan dilakukannya merger produk ini maka seluruh operasi platform berpusat di Sribu.com. Langkah penggabungan bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi klien dalam menemukan freelancer yang telah terkurasi.

Sebelumnya, Sribu.com dan Sribulancer.com menjadi dua produk yang berbeda. Sribu.com menjadi produk yang fokus di kontes desain, sedangkan Sribulancer.com menjadi marketplace freelancer yang terbagi menjadi lima kategori.

Kelima yakni desain grafis dan branding, web dan pemrograman, multimedia (video, fotografi, dan audio), penulisan dan penerjemahan, serta pemasaran dan periklanan.

Pendiri dan Kepala Eksekutif Sribu.com Ryan Gondokusumo mengatakan bahwa pascapenggabungan fokus Sribu.com akan lebih terarah dan berpusat pada satu merek.

Dengan demikian, setiap pengembangan dan inovasi baru yang dilakukan, akan berada di bawah naungan merek tunggal, yakni Sribu.com.

"Ke depannya, kami berencana untuk melakukan berbagai pengembangan untuk merek Sribu.com, beberapa di antaranya seperti meluncurkan aplikasi mobile dan menjangkau lebih banyak freelancer dengan tujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja dengan memberikan wadah bagi para freelancer di Indonesia," kata dia di Jakarta, Jumat, 21 Juli 2023.

Sejak pertama kali diluncurkan hingga saat ini, Sribu.com telah menangani lebih dari 30 ribu klien yang bervariasi. Mulai dari individu, UMKM, maupun korporasi. Jumlah klien ini berpotensi terus meningkat seiring dengan rencana penambahan kategori dan fitur baru.

Bahkan, Sribu.com juga menargetkan untuk melakukan ekspansi ke area lain di luar Indonesia. Selain freelancer, Sribu.com juga berencana ekspansi untuk menjadi jembatan untuk para klien yang mencari full-time talent di bidang teknologi melalui produk barunya, yakni Sribu Tech.

Saat ini, Sribu.com sudah memiliki ratusan freelancer yang telah melalui proses kurasi ketat berdasarkan kriteria tertentu, yakni kepribadian, portfolio, hingga penanganan klien.

Untuk menjaga kualitas freelancer, Sribu.com memiliki grup komunitas freelancer sebagai upaya untuk memastikan performa freelancer agar senantiasa terjaga.

Grup ini difungsikan sebagai tempat bagi para freelancer untuk berkonsultasi ketika menghadapi kendala selama proses pengerjaan proyek.

"Kami berharap pengguna bisa lebih mudah memanfaatkan seluruh fitur dan mencari freelancer tanpa harus berganti platform. Kami juga berencana untuk membangun 'talent infrastructure', ruang kerja yang bisa menampung berbagai jenis file, sehingga proses kerja dan pembayaran antar klien dan freelancer jadi lebih mudah," papar Ryan.