Platform Digital untuk Gen Z

Startup HaluApp.
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

VIVA Digital – HaluApp merupakan marketplace online berbasis web dan app yang menghubungkan para kreator independen dan konsumen Gen Z untuk menjual, berdagang, dan berbelanja beragam barang dan layanan digital, terutama untuk hiburan dan gaya hidup sejak Januari 2023.

Platform ini bertujuan untuk memberikan jalan bagi brand global dan lokal untuk memperluas jangkauan dan menjalin kemitraan dengan para kreator terpercaya di Indonesia.

HaluApp merupakan gagasan dari tiga pendiri kelahiran Surabaya, Jawa Timur yang sebelumnya bekerja di Amartha Finance, Google, Uber, dan TikTok Asia Pasifik. Ketiga pendiri HaluApp itu adalah Andree Wijaya, Marcell Tee, dan Yoshi Gondokusumo.

HaluApp dilaporkan memiliki lebih dari 3.800 pembuat konten independen dan lebih dari 15.000 userbase. Terlebih lagi, pengguna berusia antara 18 dan 35 tahun menyumbang 90 persen dari demografis platform. Rata-rata pengguna HaluApp menghabiskan lebih dari Rp200 ribu untuk setiap satuan barang dan jasa digital di platform tersebut.

Generasi Z.

Photo :
  • Instagram/@cheriecolaa

 

"Gen Z di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan selama pandemi Covid-19. Hampir semuanya hadir secara online, dan transaksi digital sudah menjadi hal yang lumrah. Di antara perdagangan e-commerce yang makin ramai, perekonomian jasa kreatif menjadi sebuah penopang yang ingin kami dukung," kata Andree di Jakarta, Sabtu, 30 September 2023.

Menurutnya, para kreator kini masih mengandalkan trade events di akhir pekan, menjawab SMS individu di Instagram dari brand, hingga memenuhi pesanan melalui formulir yang diisi tangan dan email. "Infrastruktur yang ada tidak membuat pekerjaan para kreator independen menjadi mudah. Itu memakan waktu dan tidak produktif," ungkap Tee.

Di HaluApp, kreator independen dapat melakukan satu kali pendaftaran, dan secara instan menerima pesanan atau commercial commission dari followers dan brand untuk berbagai kategori layanan. Mulai dari karya ilustrasi dan foto hingga pembuatan branded video.

"Kami melihat peluang pertumbuhan yang sangat besar di sektor Gen Z dan ACG (Anime, Comics, and Gaming) bagi para kreator dan brand. Sektor ini memiliki basis penggemar yang kreatif dan cool di mana tren terbentuk, dan behaviour terbangun. Impact inilah yang dinilai menarik untuk brand," jelas Gondokusumo.