Arek Surabaya Kembangkan Aplikasi untuk Jomblo

Tampilan aplikasi Gather
Sumber :
  • Gather

VIVA.co.id – Aplikasi kencan online saat ini masih digandrungi oleh pengguna internet. Salah satu yang populer yaitu aplikasi Tinder. Tapi aplikasi Tinder diakui belum efisien untuk mendapatkan calon pasangan di dunia nyata. Setiap pengguna harus menyisihkan waktu yang banyak untuk mendapatkan pasangan kencan di Tinder.

Dampaknya, pada Tinder, hanya sedikit yang berlanjut ke percakapan online hingga akhirnya hanya beberapa saja yang akan membuahkan kencan di dunia nyata.

Untuk aplikasi biro jodoh mobile, Gather, mengklaim punya cara memecahkan masalah itu.

Belum lama ini, aplikasi buatan arek Surabaya, Jim Yang itu, meluncurkan fitur terbaru bernama Gathering. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengadakan pertemuan on-demand dengan pengguna lain, baik pertemuan secara berkelompok maupun pertemuan perseorangan. Dengan antarmuka (user interface) dan pengalaman (user experience) seperti menggunakan aplikasi Uber, para pengguna wanita bisa membuat pertemuan hanya dengan beberapa sentuhan ke layar smartphone. Pengguna yang berada di dekat lokasi pertemuan bisa mendaftar ke acara itu.

Untuk mengadakan sebuah Gathering, para wanita bisa memilih salah satu dari empat aktivitas sosial, yaitu makan siang (lunch), minum kopi (coffee), minum (drinks), atau aktivitas sepulang kerja (after-hours).

Selanjutnya mereka dapat menentukan waktu dan lokasi Gathering serta mengundang teman-teman lain sebagai tuan rumah. Sedangkan pengguna lain bisa mencari Gathering terdekat, melihat profil tuan rumah, dan mendaftar untuk bisa mengikuti acara. Nantinya tuan rumah bisa memilih berapa banyak tamu yang ingin mereka temui dalam Gathering.

Sebelumnya, para pengguna Gather hanya bisa mencari pasangan berdasarkan algoritma berbasis jarak (proximity-based matchmaking algorithm) yang memungkinkan pengguna untuk mendapat pasangan berdasarkan hobi, dan bila mereka sempat saling berpapasan di dunia nyata.

Dengan fitur baru Gathering, sekarang mereka bisa mengadakan pertemuan grup atau melakukan kencan perseorangan di dunia nyata.

Cocok untuk jomblo Asia

Fitur on-demand berguna untuk memfasilitasi interaksi langsung (face-to-face) yang sangat cocok untuk para pengguna di Asia, karena masih banyak para jomblo di negara timur yang mencari pasangan melalui teman dekat. Perkenalan pertama juga lebih sering terjadi dalam perkumpulan sosial.

Sehingga fitur on-demand ini telah memberikan fasilitas untuk bertatap muka secara langsung. Hal ini sangat cocok untuk pengguna di Asia, karena banyak jomblo di negara timur yang lebih memilih untuk mencari jodoh melalui teman dekat.

Sebagai aplikasi on-demand, Gather bertujuan untuk mempercepat proses bertemu teman baru dan berkencan, semudah memesan kendaraan di Uber.

“Tujuan utamanya adalah untuk tetap bertemu dengan orang baru selama pengguna memiliki waktu kosong,” jelas Jim Yang, yang menjabwat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Gather dalam keterangan tertulis, Selasa 7 Juni 2016,

Jim mengatakan, Gathering dapat mengurangi kecanggungan yang terjadi saat kencan pertama. Pengguna bisa bertemu dengan lebih banyak orang dan melakukan interaksi langsung.

Jim melanjutkan, aplikasi besutannya bisa jadi alternatif dari aplikasi kencan berbasis lokasi, Tinder yang masih kurang cukup untuk memfasilitasi sebuah hubungan.

"Memiliki ketertarikan yang sama di Facebook atau koneksi lain yang sama juga kurang kuat untuk memecah kebekuan untuk bertemu orang asing. Hal itu tentunya belum cukup untuk masuk ke tahap berikutnya, dan bertemu langsung," kata dia.

Fitur Gathering dalam aplikasi ini telah didesain dengan memprioritaskan wanita kebutuhan wanita. Lokasi pertemuan privat tidak akan dipublikasikan sampai para tamu mendapat izin. Saat mengadakan sebuah pertemuan, tuan rumah bisa melihat profil para tamu yang ingin hadir berdasarkan profil Facebook, hobi dan teman yang sama. Kemudian para wanita bisa memilih pria yang mereka ingin temui.

Saat ini fitur Gathering hanya bisa digunakan untuk pengguna wanita dan nantinya akan dirilis untuk pengguna pria.

Sebagai tambahan, pengguna wanita bisa memilih syarat jumlah balon yang tinggi (sebuah batas yang hanya memungkinkan tamu yang serius untuk bisa hadir). Jim mengatakan apabila wanita melakukan hal tersebut, para pria harus membeli balon di dalam aplikasi (In-App-Purchase) untuk bisa hadir ke pertemuan.

Menurut Jim, proses ini sama dengan bagaimana driver Uber di Jakarta lebih memilih penumpang yang menggunakan kartu kredit, yang sudah divalidasi bank, untuk memastikan mereka mendapat bayaran dari penumpang.

“Hal ini juga menunjukkan komitmen pengguna pria, karena bila mereka batal hadir, mereka tidak bisa menerima kembali balon yang telah dijanjikan,” tambah Jim.

Profil Gather

Bersamaan dengan peluncuran fitur baru ini, Gather juga mengumumkan kerja sama dengan raksasa industri makanan dan minuman (F&B) Ismaya Group. Para pengguna Gather nantinya bisa menemukan acara-acara publik yang diadakan oleh Ismaya Group. Sang startup juga mengatakan Gather juga mempermudah pengguna membuat pertemuan publik di restoran-restoran milik Ismaya.

Jika para pengguna Gather menyukai profil bisnis milik Ismaya Group, mereka bisa menerima pesan langsung (direct message) tentang acara-acara atau penawaran khusus dari outlet-outlet Ismaya terdekat. Kedua perusahaan ini saling melengkapi satu sama lain agar semakin banyak orang Indonesia berinteraksi dan berkencan satu sama lain.

Jim Yang punya pengalaman membesut sebuah startup. Ia sempat menjual perusahaan miliknya di Amerika Serikat yang bernama Identyx ke Red Hat pada 2008. Sedangkan Chief Technology Officer Gather, Min Gyung Kang merupakan mantan senior insinyur software Google dan salah satu anggota pendiri proyek Android Bounce.

Saat ini tim Gather sedang mengembangkan aplikasi ini di Mountain View, California dengan membidik para jomblo di Asia sebagai target utama.

Sejauh ini, Gather telah memiliki lebih dari 300 ribu pengguna aktif setiap bulan yang berasal dari seluruh dunia. Dari angka tersebut, 100 ribu di antaranya berasal dari Indonesia.