Apa Sebenarnya Warna Asli Matahari?
- bbc
Namun, ketika sinar Matahari melewati atmosfer bumi, molekul di udara mendistorsi foton dengan panjang gelombang yang lebih pendek.
Warna pada spektrum dengan gelombang yang lebih panjang mencapai mata kita dengan lebih mudah.
"Atmosfer menghalangi bagian paling energik dari spektrum cahaya, yang sesuai dengan ultraviolet dan zona biru," jelas Angel Molina, yang menjalankan situs bernama The Astronomer`s Diary.
"Jadi, seperti bola lampu yang hangat, Matahari terlihat di Bumi tanpa warna dingin, yang dihilangkan oleh atmosfer. Ia memperoleh warna yang lebih hangat, cenderung ke nada kuning."
Tetapi mengapa dalam rona kuning, dan bukan merah atau jingga, yang panjang gelombangnya bahkan lebih panjang?
Gonzalo Tancredi, yang mengajar astronomi di Universitas Republik di Uruguay, mengatakan kepada BBC bahwa sinar Matahari berada di tengah spektrum warna, yaitu kuning, setelah warna dengan panjang gelombang yang lebih pendek dari hijau ke ungu diserap.
Apakah Matahari berwarna hijau?
Anda mungkin pernah menemukan tulisan di internet atau unggahan di media sosial yang mengklaim bahwa Matahari sebenarnya berwarna hijau.
Gonzalo Tancredi mengatakan pendapat itu berasal dari fakta bahwa jika kita membuat grafik berwarna dari spektrum Matahari, maka akan tampak seperti gunung dengan puncaknya di zona hijau.
Mata manusia tidak dapat membedakan antara warna radiasi Matahari, tetapi ada instrumen yang dapat membedakannya, dan mereka mendeteksi warna hijau sebagai yang paling intens.
"Tapi begitu kita menghilangkan panjang gelombang yang lebih pendek, seperti biru, dari grafik itu, puncaknya akan berpindah ke warna kuning," kata Gonzalo Tancredi.
"Detail ini juga membantu menjelaskan mengapa kita melihat Matahari kuning di Bumi."
Mengapa Matahari terbenam berwarna merah?
Ketika Matahari terbit atau terbenam, ia berada pada titik terdekatnya dengan cakrawala, yang membuat sinar matahari melewati lebih banyak molekul atmosfer.
Hal ini menyebabkan distorsi warna kebiruan yang lebih besar, memungkinkan warna merah dan jingga dalam gelombang yang lebih panjang mendominasi penampilan Matahari.
Bahkan, fenomena tersebut memiliki nama, yaitu hamburan Rayleigh, dinamai menurut fisikawan Inggris abad ke-19 Lord Rayleigh.