8-11-1895: Sinar-X atau Rontgen Ditemukan

Wilhelm Conrad Röntgen
Sumber :
  • www.nobelprize.org

VIVA.co.id – Pada masa modern saat ini, publik sudah jamak mengetahui Sinar-X, atau dikenal dengan Rontgen. 

Sinar-X kini telah terasa sekali manfaatnya dalam bidang kedokteran. Dengan bantuan Sinar-X, dokter bisa mengetahui apa yang ada di dalam tubuh manusia dan mendiagnosa pasien. Sementara bagi pasien, Sinar-X bisa memahami apa yang terjadi pada tubuhnya. 

Dikutip dari Todayinsci, Kamis 7 November 2016, Sinar-X ditemukan 121 tahun lalu oleh Wilhelm Conrad Rontgen pada 8 November 1895. Pada tanggal itu, fisikawan Jerman itu menemukan bentuk radiasi penetrasi tinggi yang belakangan dikenal dengan Sinar X. 

Peneliti Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Mukhlis Akhadi dalam sebuah tulisannya tentang napak tilas kelahiran Sinar X menjelaskan, momen temuan Sinar X itu tak lepas dari penelitian sinar katoda, yang timbul karena adanya lecutan listrik melalui gas di dalam tabung bertekanan rendah. 

Akhadi menuliskan, pada 8 November 121 tahun lalu, Rontgen saat itu sedang bekerja dengan tabung Crookes di laboratoriumnya di Universitas Wurzburg, Jerman. 

Saat Rontgen menyalakan sumber listrik tabung untuk penelitian sinar katoda, ia menemukan ada sejenis cahaya berpendar pada layar yang terbuat dari batrium platinosianida. Jika sumber listrik dipadamkan maka cahaya pendar pun hilang. 

Rontgen segera menyadari bahwa sejenis sinar yang tidak kelihatan telah muncul dari dalam tabung sinar katoda. Karena sebelumnya tidak pernah dikenal maka sinar ini diberi nama Sinar-X. Untuk menghargai jasanya, sinar itu dinamakan juga sinar Rontgen.

Menariknya, begitu menemukan Sinar-X, Rontgen ingin menjalankan percobaan lainnya dengan menjadikan istrinya, Anna Bertha Ludwig, sebagai objek percobaan. 

Dengan memasang film fotografi di dalam kaset dan menempatkan tangan istrinya di antara kaset dan tabung sinar katoda, pada film itu akhirnya tercetak ruas-ruas tulang telapak tangan istrinya yang memakai cincin. 

Usai beberapa percobaan dilakukan, pada 28 Oktober 1895, Rontgen menyampaikan karya tulis ilmiahnya tentang temuan Sinar-X pada perkumpulan kedokteran di Wurzburg.

Todayinsci menuliskan, atas temuan dan kontribusinya dalam penelitian itu, Rontgen mendapatkan Nobel Fisika pertama pada 1901. Dia mendapatkan nobel sebagai pengakuan dunia ilmu pengetahuan atas pelayanan luar biasa dan temuan sinar tersebut. 

Penemuan Rontgen itu menjadi pintu dalam revolusi diagnosis dunia medis dan memungkinkan banyak kemajuan baru dalam fisika modern. 

Pada masa kini, Sinar-X dapat dimanfaatkan untuk diagnosis maupun terapi. Termasuk dalam radiodiagnosis ini adalah pemeriksaan dengan computed tomography scanner (CT-scan), fluoroskopi, foto toraks Sinar-X konvensional, dan radiografi anak.

(mus)