01-08-1774: Oksigen Ditemukan

Ilustrasi udara saat matahari terbenam.
Sumber :
  • Courtesy NASA/JPL-Caltech/Handout via REUTERS

VIVA.co.id – Hari ini 243 tahun silam. Menteri Presbiterian Inggris yang juga ahli kimia, Joseph Priestley, menemukan dephlogisticated air atau dikenal dengan oksigen (O2).

Seperti dilansir Today in Science, pada 1774, sewaktu melakukan percobaan di bagian selatan Inggris, Priestley berhasil memisahkan suatu gas yang membuat api lilin bersinar lebih terang.

Lalu, ia menempatkan 60 mililiter gas itu dan seekor tikus dalam sebuah wadah kaca. Tikus itu bertahan hidup dua kali lebih lama daripada yang dimasukkan ke dalam wadah berisi udara biasa.

Bahkan, Priestley sendiri menghirup gas itu, dan ia merasa tubuhnya lebih segar selama beberapa saat setelahnya. Penemuan oksigen oleh Priestley ini bukanlah yang pertama.

Karena, menurut sejarah, oksigen pertama kali ditemukan oleh seorang ahli obat Carl Wilhelm Scheele. Kala itu, ia menghasilkan gas oksigen dengan mamanaskan raksa oksida dan berbagai nitrat dua tahun sebelum Priestley, atau tepatnya pada 1772.

Scheele menyebut gas ini ‘udara api’ karena merupakan satu-satunya gas yang diketahui mendukung pembakaran. Lalu, Scheele menuliskan pengamatannya ke dalam sebuah manuskrip yang berjudul Treatise on Air and Fire, yang kemudian ia kirimkan ke penerbit pada 1775.

Namun sayang, dokumen tersebut tidak dipublikasikan sampai dengan 1777. Priestley sendiri melakukan percobaan yang fokus pada cahaya matahari ke raksa oksida (HgO) dalam tabung gelas tepat pada 1 Agustus 1774. Percobaan ini menghasilkan gas yang ia namakan dephlogisticated air.