Guru Besar IPB Bahas Pentingnya Pendekatan Bioinformatika

IPB University
Sumber :
  • vstory

VIVA – Di era big data saat ini, pemrosesan data menjadi sangat penting. Baik diterapkan dalam mengolah data di internet maupun di lapangan. Smart agriculture juga berimplikasi pada kebutuhan akan analisis di bidang pertanian melalui pendekatan bioinformatika

Prof Imas S Sitanggang, Guru Besar IPB University dari Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyebutkan proses data mining penting di era big data. Data mining merupakan proses ekstraksi informasi dan pola yang menarik dari data berukuran besar. Output data yang diperoleh yang memiliki potensi untuk dianalisis dan digunakan lebih lanjut.

Menurutnya, data mining berikatan erat dengan berbagai bidang. Seperti machine learning, statistika, dan basis data. Namun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan di bidang lain yang terkait. 

”Maka dari itu mata kuliah statistik perlu ditawarkan kepada para mahasiswa. Ilmu ini perlu dikuasai bila ingin menjadi data miner sehingga bisa mendapatkan pola yang menarik tadi,” terangnya dalam Kuliah Umum Magister Informatika Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta (26/10) yang digelar secara daring.

Secara umum, lanjutnya, teknik dasar data mining dikategorikan menjadi tiga. Yakni kluster, klasifikasi, dan analisis asosiasi. Tujuannya untuk membuat model prediksi dan memberikan deskripisi dari data yang dimiliki. 

“Contoh penerapannya yakni pada analisis segmentasi pasar atau target pemasaran sesuai karakteristik pelanggan. Pendekatan ini juga dapat diterapkan pada analisis pembelanjaan. Begitu juga dengan riset pada bidang lingkungan, seperti analisis karakteristik lingkungan berdasarkan kejadian kebakaran hutan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, proses pre processing atau pembersihan data menjadi bagian penting dari data mining. Umumnya, data nyata yang didapatkan kurang bagus dan memiliki ‘pengotor’ sehingga harus ada pembersihan data. 

Ia telah menerapkan pendekatan data mining pada beberapa penelitian. Di antaranya pada riset foto udara dan identifikasi ladang bawang putih menggunakan deep learning. Bila dibandingkan dengan machine learning konvensional, deep learning dinilai lebih baik. Namun penggunaan deep learning tetap disesuaikan dengan kebutuhan.