Program Profesor Kelas Dunia untuk Perkuat Kualitas Kampus Indonesia

Nadiem Makarim (Instagram/nadiemmakarim)
Sumber :

VIVA – Program Profesor Kelas Dunia yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memperkuat kualitas riset dan publikasi di Tanah Air.

"Ajang tahunan ini bertujuan untuk memfasilitasi dosen dari universitas di seluruh Indonesia untuk berinteraksi dengan profesor kelas dunia, " ujar Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan tertulisnya di Jakarta,  Sabtu.

Selain itu, melalui ajang itu diharapkan dapat menghasilkan dampak berupa peningkatan kualitas performa dan produktivitas pendidikan tinggi di Indonesia sehingga dapat mendongkrak peringkat universitas Indonesia di World University Rankings.

Nadiem menambahkan Kemendikbudristek saat ini tengah mengupayakan kebijakan Kampus Merdeka bagi dosen dan institusi perguruan tinggi di Indonesia. Hal itu lantaran sistem yang ada saat ini kurang mendukung dosen untuk mengaktualisasikan dirinya sesuai dengan tridarma perguruan tinggi, sehingga berdampak pada kualitas perguruan tinggi Indonesia. Selain itu, akreditasi dan sistem akreditasi dirasakan lebih berdasar kepada kepatuhan administrasi, bukan penilaian yang objektif atas kualitas kampus.

"Perubahan drastis perlu kita lakukan untuk mengubah sistem tersebut, dan itulah yang sekarang sedang sama-sama kita upayakan dengan kebijakan Kampus Merdeka. Dengan Kampus Merdeka, dosen berhak melakukan riset, menerbitkan karya ilmiah, memperdalam ilmu di dalam perusahaan, atau proyek riset di luar kampus,” tambah dia.

Lebih lanjut, Nadiem mengatakan dengan pelaksanaan World Class Professor itu dosen-dosen di Indonesia memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kualitas risetnya. Menurutnya, luaran wajib dari kegiatan yang berupa "joint publication" dengan profesor kelas dunia akan meningkatkan sitasi publikasi perguruan tinggi di Indonesia. Ditambah lagi dengan luaran tambahan seperti "capacity building", inisiasi "double degree" atau "joint degree", "joint supervision" atau "external examiner", serta pengembangan kurikulum yang lebih berorientasi pada DUDI (dunia usaha dunia industri) akan sangat membantu perguruan tinggi di Indonesia mendapatkan akreditasi internasional dan meningkatkan peringkat kampus di tingkat global.

Nadiem menegaskan kegiatan itu merupakan bukti nyata dan upaya untuk terus memberikan kesempatan kepada dosen-dosen di Indonesia untuk membangun jejaring internasional dan berkiprah di panggung global.