5 Mitos Sehari-hari yang Ada di Indonesia, Masih Percaya?

Mitos
Sumber :
  • U-Report

VIVA – Indonesia merupakan salah satu negara yang masih menjunjung tradisi yang sudah ada sejak lama. Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia juga tak jarang masih dihubungkan dengan suatu mitos. 

Sebenarnya tak ada yang salah dari hal ini, mengingat mitos tersebut sudah ada sejak zaman dahulu. Namun, karena kemajuan teknologi dan segala hal, tak ada salahnya untuk mengetahui bahwa hal-hal ini termasuk mitos yang tidak ada dasar ilmiahnya.

Nah, berikut 5 mitos sehari-hari yang perlu diketahui :

Tidak Boleh Duduk di Depan Pintu

Sebagian besar masyarakat Indonesia pasti pernah mendengar mengenai mitos yang satu ini. Khususnya anak perempuan, duduk di depan pintu adalah hal yang pantang dan tidak boleh dilakukan. Jika anak perempuan duduk di depan pintu, maka kelak perempuan tersebut akan sulit mendapat jodoh. 

Mitos ini sebenarnya dibuat agar anak perempuan berlaku sopan. Duduk di depan pintu tentunya akan meghalangi bagi orang yang ingin masuk atau keluar dan akan menganggu. Jika dipikiran, tidak ada hubungann sebuah pintu dengan jodoh. 

Tidak Boleh Memotong Kuku di Malam Hari

Hal kedua adalah adanya larangan untuk tidak boleh memotong kuku saat malam hari, karena jika tetap melakukannya maka umur orang tersebut akan menjadi lebih pendek. 

Tentunya, tidak ada hubungan memotong kuku dengan umur seseorang. Hal ini hanya dilakukan agar tidak memotong kuku pada malam hari karena untuk menghindari melukai kuku dan jari. Pada jaman dahulu, penerangan tentu belum sebaik sekarang dan hanya ada segelintir cahaya, maka dari itu ditakutkan akan melukai jika menggunting kuku saat cahaya redup.

Mendapat Suami Brewokan Jika Menyapu tak Bersih

Mitos yang satu ini juga banyak disematkan untuk para perempuan muda, yaitu jika menyapu dengan tidak bersih, maka suaminya kelak adalah orang yang brewokan. Padahal jika dipikirkan, menyapu dengan mendapat calon suami yang brewokan sangat tidak ada hubungannya. 

Mitos ini sengaja dibuat dengan tujuan agar para perempuan muda menyapu dengan bersih dan juga bisa membersihkan rumah dengan baik, agar nanti ketika sudah menikah bisa mengurus rumah dengan baik dan tidak kagok lagi.